Putus Sekolah, 30 Remaja Putri Dibekali Ketrampilan Menjahit

Redaksi - habadaily
11 Mar 2019, 21:41 WIB
Putus Sekolah, 30 Remaja Putri Dibekali Ketrampilan Menjahit

HABADAILY.COM—Kepala Dinas Sosial Aceh Drs Alhudri MM membuka pelatihan keterampilan menjahit dan membordir untuk 30 orang siswi binaan angkatan ke 75 Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD)  Rumoh Seujahtra Jroh Naguna (RSJN), Lampineng, Banda Aceh, Senin (11/3/2019).

UPTD RSJN adalah salah satu panti milik Dinas Sosial Aceh yang membidangi pembinaan remaja putus sekolah. Setiap tahun, panti ini merekrut siswa-siswi putus sekolah di seluruh kebupaten/kota di Aceh untuk dididik berbagai keterampilan, seperti keterampilan menjahit, membordir, pengelasan, dan perbengkelan sepeda motor.

“Harapan kata, agar anak-anak kita ini selepas dari pembinaan bisa mandiri di masyarakat sehingga mereka tidak menjadi pengangguran. Sementara itu kita juga membekali mereka peralatan kerja sesuai dengan bidang dan jurusan yang dipelajari di sini,” kata Alhudri.

Alhudri menambahkan, pelatihan dalam rangka membina generasi muda yang mampu menjawab tantangan dan peluang kerja. “Ini juga untuk menciptakan generasi muda yang mandiri sehingga bisa menekan angka pengangguran dan prilaku kriminal,” katanya.

Menurut Al-Hudri, anak-anak di usia 16-18 tahun (remaja) adalah fase mencari jati diri. “Apabila mereka mendapat bimbingan yang salah, maka akan berdampak buruk bagi diri dan keluarga mereka, serta lingkungan,” katanya.

Oleh sebab itu, Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh mengambil langkah konkrit dengan membina generasi muda Aceh agar lebih mandiri dengan cara memberikan pelatihan. “Mereka ini adalah anak-anak yang kurang mampu, kita rekrut dan kita bina agar nanti bisa hidup layak dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," kata Alhudri.

Kepada ke 30 siswi yang mengikuti pelatihan, Alhudri berpesan, supaya memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Setiap siswa dan siswi binaan RSJN tidak saja mendapatkan ketrampilan tapi juga diberikan bimbingan mental, motivasi sosial, dan agama sebagai pondasi kehidupan. "Tujuannya agar mereka tidak hanya memiliki skil tapi juga kesiapan mental dan pribadi yang baik sesuai dengan harapan bangsa kita," tukasnya.

Sementara itu Kepala UPTD RSJN Drs Saifullah menambahkan, untuk tahun anggaran 2019 pihaknya menampung sebanyak 90 orang siswa dan siswi  yang dibagi empat kelas, kelas menjahit, bordir, pengelasan, dan perbengkelan sepeda motor.

Para siswa dan siswi direkrut secara merata di setiap kabupaten/kota dengan kouta dan ketentuan yang telah ditentukan. “Selama masa pendidikan, para siswa-siswi kita asramakan di sini. Setalah masa pendidikan habis baru kita kembalikan ke keluarga masing-masing. Tentunya mereka juga kita berikan peralatan kerja,” pungkasnya.[]

Loading...