Sebut Aminullah ke Wartawan Asing

Banda Aceh sebagai Kota yang Terbuka untuk Dunia

Redaksi - habadaily
07 Mar 2019, 02:54 WIB
Banda Aceh sebagai Kota yang Terbuka untuk Dunia

HABADAILY.COM— Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman bertekad menjadikan Banda Aceh sebagai kota yang terbuka untuk dunia, yakni kota yang dikunjungi oleh sebanyak mungkin wisatawan dan investor dari dalam dan luar negeri.

Hal tersebut disampaikan Aminullah menjawab Jeffrey Hutton, koresponden regional The Straits Times, Rabu (6/3/2019), di pendopo walikota. Pada kesempatan itu, ia didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bachtiar dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

"Saya berharap masyarakat dunia bisa hadir ke Banda Aceh -sebuah kota yang masih original, terumata untuk menikmati wisata religi, sejarah,  seni dan budaya, kuliner, dan kopi terenak di dunia," ungkapnya.

"Target saya Banda Aceh bisa bangkit dengan pariwisata. Untuk itu, infrastruktur pendukungnya terus kita benahi sembari melakukan promosi secara masif. Kami juga mendorong masyarakat untuk memperkenalkan berbagai kelebihan kota lewat media sosial," lanjut mantan Dirut Bank Aceh ini.

Untuk menggenjot sektor wisata, kata dia, Pemko Banda Aceh berupaya menggelar event-event bertaraf nasional dan internasional. "Baru-baru ini kota kami sukses menjadi tuan rumah muzakarah ulama internasional dan pertemuan IMT-GT," katanya.

Melalui koran berbahasa Inggris yang berbasis di Singapura tersebut, walikota juga mengundang masyarakat internasional untuk berinvestasi di Banda Aceh. "Perdagangan dan jasa, pendidikan, serta kesehatan merupakan sektor potensial yang bisa digarap," katanya.

Dia mengaku siap mempermudah perizinan bagi investor. “Sebuah Mal Pelayanan Publik yang representatif juga akan ada di Banda Aceh pada pertengahan tahun nanti," kata kepala daerah terbaik 2018 untuk bidang pelayanan publik ini.

Aminullah tidak khawatir dengan masih adanya anggapan jika penerapan syariat Islam akan menggerus jumlah kunjungan wisatawan ke Aceh khususnya Banda Aceh. "Justru syariat akan memperkuat kami dan menambah nilai jual kota kami dibanding daerah lain," tegasnya.

Menurutnya, syariat Islam adalah kekhasan Aceh dan hanya berlaku bagi muslim. "Bagi non muslim hanya perlu menghargai saja. Namun jika mau tunduk di bawah hukum syar'i boleh-boleh saja, dan ada yang begitu di Banda Aceh," ungkapnya.

"Hukuman cambuk hanya bagi mereka yang melanggar qanun jinayah. Jika ada non muslim melanggar seperti melakukan khalwat, maisir, atau khamar, bisa memilih untuk diproses dengan hukum syariat atau hukum pidana yang secara umum yang berlaku di Indonesia," lanjut dia.

Di akhir sesi wawancara, walikota mengharapkan dukungan dari media milik Singapore Press Holdings itu untuk memberitakan Banda Aceh secara fair dan utuh kepada masyarakat internasional. "Tolong juga promosikan iklim investasi yang kondusif di Banda Aceh saat ini dan potensi pariwisatanya yang luar biasa. Komitmen dan tekad kami menjadikan Banda Aceh sebagi kota yang terbuka untuk dunia dalam bingkai syariah," tandas Aminullah Usman.[]

Loading...