Dyah Erti: Ayo Dukung Gerakan Pencegahan Stunting!

Redaksi - habadaily
07 Mar 2019, 02:16 WIB
Dyah Erti: Ayo Dukung Gerakan Pencegahan Stunting!

HABADAILY.COM— Tenaga pendamping Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT AS) dari 16 kabupaten/kota di Aceh mengikuti sosialisasi dan pembekalan yang digelar di Aula Hotel Kuala Radja, Rabu (6/3/2019). Mereka diimbau turut mengambil peran sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Aceh dalam upaya pengentasan mal nutrisi dan pencegahan stunting di Aceh.

Imbauan itu disampaikan Wakil Ketua TP PKK Aceh Dyah Erti Idawati selaku pemateri pada acara tersebut.  "Saya berharap seluruh peserta dapat menjadi perpanjangan tangan bagi upaya-upaya pengentasan mal nutrisi serta pencegahan dan penanganan stunting, yang saat ini sedang gencar dilakukan Pemerintah Aceh beserta seluruh perangkatnya," ujar Dyah Erti.

Dia mengungkapkan, terkait aksi penanganan stunting, hal yang telah dan terus dilakukan saat ini adalah optimalisasi pengukuran berat badan dan tinggi badan anak di Posyandu, melakukan kampanye terkait pencegahan dan penanganan stunting.

Sebagaimana diketahui, pada hari Minggu (3/3) lalu, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah telah mendeklarasikan gerakan pencegahan dan penanganan stunting, di Lapangan Blang Padang. Sejumlah bupati dan wali kota turut hadir dalam deklarasi tersebut.

Kegiatan lain yang juga dilakukan oleh TP PKK dan Pemerintah Aceh adalah melakukan pelatihan kader Posyandu, pendampingan Ibu Hamil dan penggunaan buku KIA. Selain itu, revitalisasi dan optimalisasi Posyandu terintegrasi juga terus dilakukan.

“Kita juga menggalakkan taman obat mandiri keluarga dan Rumoh gizi. Semua gerakan dan upaya yang kita lakukan ini adalah untuk menekan sekecil-kecilnya angka stunting di Aceh,” imbuh dosen Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Unsyiah itu.

Dalam kesempatan tersebut, Dyah Erti juga mengingatkan bahwa rasa kesetiakawanan menjadi faktor penting dalam upaya penanganan mal nutrisi dan stunting. Dyah mencontohkan kasus yang terjadi di sebuah gampong di Kota Banda Aceh. Seorang anak yang lahir secara normal, namun karena kondisi ekonomi keluarga dan abainya masyarakat sekitar, anak tersebut akhirnya mengalami gizi buruk.

Oleh karena itu, Dyah mengimbau seluruh peserta untuk tidak hanya fokus kepada keluarga sendiri tetapi juga kepada tetangga dan lingkugan sekitar. Jika masyarakat menemukan kasus gizi buruk atau stunting untuk segera menghubungi langsung ke akun medsos pribadinya.

“Ingat ibu dan bapak sekalian, otak anak akan tumbuh hingga 70 persen pada usia 2 tahun. Selanjutnya, mencapai 90 persen pada usia 5 tahun. Oleh karena itu, jika para peserta ada menemukan kejadian luar biasa terkait gizi buruk dan stunting, yang tidak mampu ditanggulangi sendiri, maka dapat menyampaikan kepada saya melalui akun Facebook dan Instagram saya,” kata Dyah Erti.[]

 

Loading...