Banda Aceh Usul 28 Unit Bus Sekolah ke Menteri Perhubungan

Redaksi - habadaily
04 Jan 2019, 16:45 WIB
Banda Aceh Usul 28 Unit Bus Sekolah ke Menteri Perhubungan ali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman , Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Drs Budi Setiyadi SH MSi dan Direktur Pembinaan Keselamatan, Mohamad Risal Wasal ATD MM. Turut mendampingi Wali Kota, Kadishub Kota, Muzakir Tulot dan Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Dishub, M Zubir SSit MSi.FOTO:HABADAILY.COM/IST

HABADAILY.COM - Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia agar memberikan 28 unit bus sekolah untuk dioperasikan di Banda Aceh.

Usulan ini disampaikan Aminullah saat mendatangi kantor Kementerian Perhubungan RI, Jumat (4/1/2019) Jl Merdeka Barat, Jakarta. Kedatangan Aminullah disambut Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Drs Budi Setiyadi SH MSi dan Direktur Pembinaan Keselamatan, Mohamad Risal Wasal ATD MM. Turut mendampingi Wali Kota, Kadishub Kota, Muzakir Tulot dan Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Dishub, M Zubir SSit MSi.

Aminullah menyampaikan permohonan 28 unit bus sekolah ini dalam rangka mendukung peningkatan pemanfaatan bus rapid transit Trans Koetaradja oleh anak sekolah dalam wilayah Kota Banda Aceh.

“Karenanya diperlukan angkutan penghubung dari kawasan permukiman maupun sekolah ke halte BRT Trans Koetaradja,” jelas Aminullah.

28 unit bus sekolah ini nantinya akan dioperasikan untuk mendukung enam koridor BRT Trans Koetardja, yakni koridor satu (Pusat Kota-Darussalam), koridor dua (Pelabuhan Ulee Lheue-Bandara SIM), koridor tiga (Pusat Kota-Mata Ie), koridor empat (Pusat Kota-Ajun-Lhok Nga), koridor lima (Pusat Kota-Ulee Kareng-Blang Bintang) dan koridor enam (Pusat Kota-Syiah Kuala).

“Dengan bus ini kita ingin mendorong anak sekolah beralih dari motor menggunakan transportasi massal, sehingga akan mengurangi kemacetan,” ungkap Aminullah.

Dirjen sendiri menyambut positif permohonan bus dan ide dari Wali Kota.

Katanya, Bus usulan Wali Kota ini akan segera disampaikan ke Menteri Perhubungan untuk dimasukkan dalam program tahun 2019 dan tahun 2020.

“Akan segera kami sampaikan ke Pak Menteri agar bisa dimasukkan dalam program tahun 2019 dan tahun 2020,” ujar Budi Setiyadi. (mkk/***)

Loading...