DATA BMKG 28 Februari 2020

Polisi Syariat Bekuk 9 Pasangan Diduga PSK dan Pelanggan di Wisma

Polisi Syariat Bekuk 9 Pasangan Diduga PSK dan Pelanggan di Wisma

Ilustrasi. Foto google

HABADAILY.COM – Polisi Syariat Islam Provinsi Aceh menangkap 9 pasangan diduga Pekerja Seks Komersial (PSK) bersama pria hidung belang di salah satu wisma Gampong Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Selasa (11/12/2018) malam.

Saat ini kesembilan pasangan itu sedang menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh 14 orang penyidik Polisi Syariat Islam Provinsi Aceh. Penyidik sedang memeriksa secara maraton dan telah menetapkan 18 orang menjadi tersangka.

Hasil pemeriksaan sementara, kesembilan pasangan itu dijerat Pasal 23 ayat (1) tentang khalwat dengan ancaman 12 kali cambuk. Penyidik juga sedang melakukan pengembangan yang mereka juga dapat dijerat Pasal 25 ayat (1) tentang ikhtilat hukuman 30 kali cambuk sesuai Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayah.

“Saat ini 14 orang penyidik masih sedang melakukan pemeriksaan dan pengembangan terhadap mereka yang kita tangkap semalam,” kata penyidik Polisi Syariat Islam Provinsi Aceh, Marzuki, Rabu (12/12/2018) di ruang kerjannya.

Marzuki yang akrab disapa Pak Ki, mengaku saat ini belum berani menyebutkan mereka itu PSK karena belum menemukan bukti dan penyidik masih terus melakukan pengembangan.

Dari pemeriksaan sementara, kesembilan pasangan yang ditangkap semalam, antara laki dan perempuan tidak saling mengenal. Termasuk domisili pun berbeda-beda antara laki dan perempuan yang menjadi pasangan mereka.

“Kami tidak berani bilang PSK, karena memang gak ada lebel (PSK). Tetapi ketika kami bertanya pasangan mereka, tidak saling kenal,” ungkapnya.

Kendati demikian, Marzuki mengaku mengendus ada pemasangan tarif. Namun demikian, pihaknya terlebih dahulu melakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut untuk membuktikannya.

“Usia antara 24-40 tahun, baik laki maupun perempuan. Mereka berdomisi berbeda-beda, ada dari Abdya, Nagan Raya, Aceh Besar dan Langsa,” tukasnya.

Sedangkan untuk pengelola wisma tersebut saat ini masih sedang dilakukan pengembangan dari kesembilan pasangan tersebut. Kata Pak Ki, bila nanti terbukti pengelola memfasilitasi keberadaan mereka di wisma tersebut akan dijerat dengan pasal 23 ayat (2), pasal 25 ayat (2) Qanun Hukum Jinayah.

“Kita sedangkan kembangkan, bila memang nanti pelanggan itu pesan melalui pengelola, berarti pengelola memfasilitasi dan bisa kita hukum, baik itu cambuk, penjara atau denda,” jelasnya.

Saat ini semua pelaku masih ditahan di ruang tahanan Polisi Syariat Islam Provinsi Aceh selama 15 sampai 20 hari kedepan. Bahkan bila terbukti melakukan ikhtilat, mereka bisa diperpanjang masa tahanan hingga 30 hari setelah habis masa tahanan sebelumnya.[acl]

Komentar
Terbaru