Belum Ada Tersangka, MaTA Pertanyakan Kasus Pungli di Aceh Utara

Redaksi - habadaily
05 Des 2018, 15:58 WIB
Belum Ada Tersangka, MaTA Pertanyakan Kasus Pungli di Aceh Utara Ilustrasi

HABADAILY.COM - Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar Tim Saber Pungli di Dinas Pendidikan Aceh Utara terkait Bantuan Operasional PAUD belum menemukan titik terang hingga saat ini. Padahal masyarakat terus menunggu perkembangan kasus yang sempat menghebohkan tersebut. 

"Ini tanda tanya besar mengapa belum ada kejelasan kasus tersebut," kata Koordinator Bidang Hukum dan Politik Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Baihaqi, Rabu (05/12/2018).

Dia menyebutkan kasus BOP PAUD Aceh Utara ini berbeda dengan OTT lain yang digelar Tim Saber Pungli. Di kasus lain, petugas langsung menetapkan para tersangka yang diduga terlibat selain mengamankan sejumlah barang bukti. 

"Pertanyaannya ada apa dengan kasus OTT BOP PAUD Aceh Utara?"

Berdasarkan monitoring Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), selama tahun 2018 ini terdapat enam kasus OTT yang dilakukan Tim Saber Pungli di Aceh.

Dari jumlah kasus tersebut, Tim Saber Pungli mengamankan Rp 797.924.000 sebagai barang bukti, dan menetapkan 11 orang sebagai tersangka. Para tersangka berasal dari unsur eksekutif dan swasta.

Berdasarkan catatan MaTA, kasus OTT tersebut tersebar di beberapa wilayah di Aceh seperti Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Barat dan Nagan Raya. Kasus-kasus tersebut, di antaranya kasus dugaan pungli terhadap 38 kelompok tani di Nagan Raya, dan kasus dugaan pungli pada keuchik untuk pelaksanaan MTQ di Aceh Barat.

"Selain itu, ada kasus dugaan pungli di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat, kasus dugaan pungli di BPN Lhokseumawe, dan kasus dugaan pungli di Kemenag Bireuen untuk penyelenggaraan maulid," kata Baihaqi.

Menurut MaTA, kasus pungli yang ditindak Tim Saber Pungli ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah di Aceh. "Dan ini juga menjadi indikator bahwa pelayanan publik di Aceh belum terbebas dari “belenggu” pungli," katanya lagi.

Di samping itu, MaTA juga mendesak kepada Tim Saber Pungli untuk mempercepat proses hukum terhadap beberapa kasus ini. Menurutnya proses hukum akan memberi efek jera kepada pelaku.

"Tim Saber Pungli juga harus memaksimalkan pencegahan di setiap instansi pemberi layanan publik," pungkas Baihaqi.[boy/ril]

Loading...