Pesan Almarhum Ilyas Leube: Pemimpin Aceh Harus Bersatu Mensejahterakan Rakyat

Redaksi - habadaily
05 Des 2018, 11:31 WIB
Pesan Almarhum Ilyas Leube: Pemimpin Aceh Harus Bersatu Mensejahterakan Rakyat Hj Salamah, istri almarhum Teungku Ilyas Leube, menceritakan perjuangan mendiang suaminya yang tidak membeda-bedakan suku dan ras dalam mensejahterakan rakyat Aceh, baik semasa DI/TII maupun GAM. @Foto Ist

HABADAILY.COM - Reje Linge XIX almarhum Teungku Ilyas Leube sering mengamanahkan agar Aceh tidak diserahkan kepada orang yang serakah dan dzalim. Aceh, menurut pejuang Aceh era DI/TII dan GAM tersebut, sepatutnya dipercayakan kepada pemimpin yang amanah.

Demikian disampaikan Hj Salamah, istri mendiang Reje Linge XIX kepada anggota DPR Aceh, Teungku Muharuddin, yang memenuhi undangan maulid di rumah Teungku Ilyas Leube, di Desa Bandar Lampahan, Bener Meriah, Selasa (04/12/2018) kemarin.

"Aceh memiliki kekayaan alam yang berlimpah, jika diserahkan kepada orang yang salah, maka hasil alam Aceh akan dijual kepada orang luar tanpa ada kesejahteraan untuk masyarakat Aceh," ungkap Hj Salamah, istri mendiang Reje Linge XIX.

Lebih lanjut, Teungku Ilyas Leube juga sering berharap adanya generasi muda yang dapat meneruskan perjuangannya dengan tujuan utama untuk kesejahteraan rakyat Aceh.

“Jangan ada lagi kemiskinan di Aceh. Kesejahteraan harus merata dan dirasakan seluruh masyarakat Aceh, tanpa membedakan suku-suku. Kita jangan memilih suku ini dan suku itu. Almarhum tidak pernah membeda-bedakan suku di Aceh, baik masa perjuangannya saat DI/TII maupun saat AM (Aceh Merdeka),” ungkap Hj Salamah lagi.

Hj Salamah mengharapkan perdamaian dan momentum Milad GAM ke-42 dapat menjadikan Aceh sejahtera seperti daerah Indonesia lainnya. Selain itu, Hj Salamah juga mengharapkan generasi sekarang tetap menghargai para pejuang Aceh terdahulu.

“Pemimpin Aceh harus amanah dan bersatu membangun Aceh. Jangan gara-gara ada kesalahan sedikit, kita terpecah belah. Kita harus saling sayang-menyayangi dan saling maaf-memaafkan jika ada kesalahan. Aceh harus menjadi contoh bagi daerah lain,” harapnya.

Keteladanan Teungku Ilyas Leube dalam mensejahterakan masyarakat Aceh patut menjadi contoh saat ini. Hal demikian disampaikan Teungku Muharuddin.

“Almarhum Teungku Ilyas Leube tidak pernah membeda-bedakan suku Aceh, Gayo, maupun Alas dalam berjuang mensejahterakan masyarakat Aceh. Apapun warna dan suku di Aceh, jika berbicara masalah kesejahteraan, maka itu menjadi tanggungjawab semua pihak di Aceh. Tidak kemudian membeda-bedakan ras maupun suku yang ada di Aceh,” ujarnya.

Dia mengatakan, mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan memakmurkan daerah dapat dilakukan dengan mempersatukan semua pihak di daerah Aceh, dan bergandengan tangan membangun Aceh.

“Jika kita terpecah-belah, maka Aceh akan terus terpuruk. Tujuan utama dari para pejuang Aceh terdahulu untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat tidak akan pernah terwujud. Untuk itu, kita harus bersatu padu membangun Aceh secara bersama-sama,” pungkasnya.[boy/Ril]

Loading...