Muharuddin Pimpin Paripurna Pemberhentian Dirinya Sebagai Ketua DPR Aceh

Redaksi - habadaily
07 Nov 2018, 01:17 WIB
Muharuddin Pimpin Paripurna Pemberhentian Dirinya Sebagai Ketua DPR Aceh Tgk. Muharuddin berjabat tangan dengan Sulaiman yang menggantikannya usai paripurna pemberhentian ketua DPRA. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]

HABADAILY.COM - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA)Tgk. Muharuddin menjadi sebagai pimpinan sidang Paripurna DPRA tentang Pemberhentian dirinya sebagai ketua DPRA. Politisi Partai Aceh Tgk. Muharuddin resmi diberhentikan dari jabatan Ketua DPR Aceh. Selasa (6/11/2018) dan digantikan oleh Tgk Sulaiman.

Dalam sidang paripurna yang berlangsung pada Selasa (6/11/2018), di Gedung Utama DPRA. Dalam paripurna itu, Tgk Muharuddin mendapat pujian dari Fraksi Golkar karena ketegarannya yang tetap menjalankan tugas memimpin sidang paripurna, meski paripurna itu untuk memberhentikannya dari jabatan ketua DPR Aceh.

“Saya secara pribadi dan secara fraksi, hampir 15 tahun saya di lembaga ini, belum pernah saya melihat sosok pribadi anak muda di tengah perjalanan yang masih ada tersisa tanggungjawabnya, tapi tetap tegar dan sebijaksana ini. Nyaris tidak ada efek apapun terhadap proses ini (pemberhentian ketua DPRA), terlepas dari dinamika yang ada di internal Partai Aceh," kata Wakil Ketua Fraksi Golkar Aminuddin dalam paripurna pemberhentian dan pergantian Ketua DPRA dari Fraksi Partai Aceh seperti dilansir acehonline.info Selasa (6/11/2018).

Sementara itu Ketua Fraksi Partai Aceh Iskandar Usman Al-Farlaky turut menyampaikan apresiasi kepada Tgk. Muharuddin yang memimpin paripurna pemberhentiannya dari jabatan Ketua DPRA.

“Tidak ada persoalan apapun yang perlu kami sampaikan ke publik dan kita semua, ini hanya rotasi biasa sesama kader. Kami berharap, kader pengganti yaitu Pak Sulaiman dapat lebih baik di masa yang akan datang,” ujarnya.

Dirinya berharap, Tgk. Muharuddin dapat memberikan kontribusi dan berbagi pengalamannya kepada ketua DPRA yang baru nantinya agar dapat menjalankan tugas dengan baik.

Sementara itu Tgk. Muharuddin usai paripurna kepada wartawan mengatakan hasil keputusan paripurna tersebut nantinya akan disampaikan ke Menteri Dalam Negeri melalui Plt. Gubernur Aceh.

“Selanjutnya adalah menunggu SK (surat keputusan) dari Mendagi, baru nantinya Pak Sulaiman dilantik dan ditetakan sebagai Ketua DPR Aceh. Untuk sementara ini setelah saya diberhentikan, para pimpinan DPRA lainnya (wakil ketua DPRA) akan menunjuk pimpinan sementara untuk melaksanakan tugas sebagai ketua DPR Aceh, hingga adanya penetapan ketua DPRA definitif,” ujarnya.

Ketika ditanyai mengapa harus dilakukan pemberhentian, sementara belum adanya SK ketua baru dari Mendagri, Tgk. Muharuddin menjelaskan hal itu telah diatur dalam Tatib DPR Aceh dan Peraturan Pemerintah 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

“Artinya mulai hari ini setelah diberhentikan, saya tidak lagi menjalankan tugas sebagai Ketua DPRA, selanjutnya saya akan menyesuaikan sebagai anggota DPRA biasa,” jelasnya.
 

Loading...