Walhi Tolak Berikan Izin Amdal PT OSS di Subulussalam

Redaksi - habadaily
13 Sep 2018, 17:25 WIB
Walhi Tolak Berikan Izin Amdal PT OSS di Subulussalam Direktur Eksekutif WALHI Aceh, M Nur

HABADAILY.CO  - Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Aceh menolak pemberian izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk PT Organik Semesta Subur (PT OSS) yang akan melakukan aktivitas pertambangan bijih besi DMP di Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam. 

Penolakan ini dilakukan WALHI Aceh setelah mengkaji adanya persetujuan pemberian izin yang dikeluarkan Komisi Penilai AMDAL Aceh pada 29 Desember 2017 bernomor 130/XIII/KPA/2017.

"WALHI Aceh sebagai anggota Komisi AMDAL Aceh, dalam sidang AMDAL PT Organik Semesta Subur (PT OSS) memberikan sikap menolak dikarenakan berbagai alasan terkait kepentingan lingkungan hidup, sosial, HAM dan mendukung Pemerintah Aceh dalam implementasi morotarium pertambangan," kata Direktur Eksekutif WALHI Aceh, M Nur, dalam siaran pers, Kamis, 13 September 2018.

Dia mengatakan PT Organik Semesta Subur (PT OSS) saat ini sedang mengurus izin usaha pertambangan operasi produksi.

"Maka dengan ini WALHI Aceh meminta kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh untuk tidak menerbitkan izin pelepasan kawasan hutan pada lokasi yang diajukan PT Organik Semesta Subur (PT OSS)," kata M Nur.

Sebelumnya, WALHI Aceh juga menyorot aktivitas pertambangan biji besi DMP yang dilakukan PT OSS karena bertentangan dengan rencana pembangunan jangka panjang Kota Subulussalam 2015-2035.

Dalam paparannya beberapa waktu lalu, M Nur mengatakan aktivitas pertambangan yang dilakukan PT OSS berada di wilayah dekat Desa Napal Batu, Namo Buya, dan Singgersing.

Menurut M Nur, beberapa waktu lalu, kondisi di desa yang bakal menjadi lokasi aktivitas tambang tersebut rawan longsor. Selain itu, secara administrasi lokasi pertambangan disebutkan terletak di Kecamatan Sultan Daulat. Padahal, hasil overlay peta yang dilakukan WALHI Aceh, lokasi pertambangan justru masuk Simpang Kiri.

"Ini menunjukkan bahwa PT Organik Semesta Subur tidak akurat dalam mengeluarkan peta lokasi kegiatan pertambangan yang akan dilakukan," kata M Nur, Selasa 7 Agustus 2018 lalu.[ril/boy]

Loading...