Masyarakat Aceh Damai Berzikir Tolak Semua Jenis Tambang di Beutong Ateuh

Redaksi - habadaily
13 Sep 2018, 14:47 WIB
Masyarakat Aceh Damai Berzikir Tolak Semua Jenis Tambang di Beutong Ateuh Masyarakat Aceh Damai Berzikir Tolak Semua Jenis Tambang di Beutong Ateuh | FOTO:HABADAILY.COM/ Boy Nashruddin Agus

HABADAILY.COM - Perkumpulan Masyarakat Aceh Damai Berzikir (PM ADAB) turut memberikan dukungan kepada masyarakat Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, yang menolak aktivitas tambang PT. Emas Mineral Murni (PT. EMM) di wilayah tersebut. 

Pernyataan sikap ini disampaikan Ketua PM ADAB, Malikul Mahdi, dalam pertemuan di kantor Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh, Rabu (12/9/2018). 

Turut hadir dalam pertemuan tersebut seperti perwakilan masyarakat Beutong Ateuh Banggalang, Ketua Tuha Peut Gampong Blang Puuk, Sekdes Gampong Babah Suak, Ketua Pemuda Blang Meurandeh, Tgk. Malikul Azis pimpinan Dayah Babul Nurillah Beutong Ateuh Banggalang, Ikatan Pelajar Mahasiswa Nagan Raya (IPELMASRA), dan anggota PM ADAB.

Pihak PM ADAB menilai kehadiran tambang PT. EMM akan berdampak terhadap kerusakan lingkungan hidup, hilangnya situs sejarah, bencana ekologi, dan rusaknya sumber mata air.

Selain itu, aktivitas tambang juga dikhawatirkan mengakibatkan krisis air untuk lahan pertanian, konflik sosial masyarakat, serta menghilangkan fungsi hutan lindung Beutong Ateuh Banggalang yang juga merupakan bagian dari Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) sebagai paru-paru dunia. 

"Atas dasar pertimbangan itu, PM ADAB menegaskan menolak kehadiran PT. EMM dan segala jenis tambang di Beutong Ateuh Banggalang. Semua anggota PM ADAB diminta untuk mendukung masyarakat Beutong Ateuh Banggalang dalam menolak tambang, karena hutan Beutong Ateuh Banggalang merupakan tanah aulia dan banyak makam syuhada yang syahid saat konflik masa lalu," kata Direktur Walhi Aceh, M Nur, melalui siaran persnya kepada awak media, Kamis (13/9/2018).

Dia mengatakan, PT. EMM telah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi melalui SK Kepala BKPM Nomor 66/1/IUP/PMA/2017 pada 19 Desember 2017. Izin tersebut berlaku untuk komoditas emas, dengan luas areal 10.000 Ha yang terdiri dari APL sekitar 2.779 Ha, HL 4.709 Ha, dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) sekitar 2.478 Ha (APL 1.205 Ha dan HL 1.273 Ha). 
"Lokasi izin PT. EMM berada di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Tengah," ungkap M Nur.

Walhi Aceh mengapresiasi PM ADAB yang memberikan dukungan moral dan kesadaran bersama dalam menjaga sumber kehidupan dampak dari pertambangan, karena tidak ada satupun jenis tambang yang ramah lingkungan. 

"Apa yang dilakukan oleh masyarakat Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, harus menjadi pembelajaran penting bagi pemerintah dalam pengelolaan sumber daya alam di Aceh," ujar M Nur lagi. 

Walhi Aceh juga mendesak pemerintah kabupaten Nagan Raya, Aceh Tengah, dan Pemerintah Aceh untuk membatalkan seluruh rekomendasi perizinan yang pernah dikeluarkan untuk PT. EMM. 

Hal senada juga disampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian ESDM. Walhi meminta pemerintah pusat untuk mengevaluasi kembali proses perizinan, serta membatalkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi PT. EMM.

"Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh Tengah dan Pemerintah Aceh sudah saatnya berpikir bijak, dan mendukung sepenuhnya tuntutan masyarakat Beutong Ateuh Banggalang dalam menolak PT. EMM," kata M Nur. []
 

Boy Nashruddin Agus

Loading...