Komisioner KIP Simeulue Masih Kosong

Ahmad - habadaily
11 Jul 2018, 16:31 WIB
Komisioner KIP Simeulue Masih Kosong Foto by Merdeka.com

HABADAILY.COM - Lima Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Simeulue telah berakhir sejak 4 Juli 2018 lalu, hingga saat ini lima penggantinya belum melaksanakan tugas, karena belum turun surat dari KPU Pusat.

Adapun kelima komisioner yang berakhir masa jabatannya pada 4 Juli 2018 tersebut, yakni Khairuddin T. Ikramullah, Junaidi, Jumardi Marlin dan Darwis Arda. Sedangkan lima komisioner yang lulus tes maupun seleksi dalam pleno Komisi A DPRK Simeulue pada tanggal 24 Mei 2018 lalu, telah ditetapkan, Senin (28/5/2018). Yaitu Kairuzaman Umar, Mahmud Riad, S.Kep, Isyadin, M.PH, Nirwanudin dan Nuraddin, SH.

"Sudah berakhir masa jabatan lima komisioner KIP Kabupaten Simeulue, sejak tanggal 4 Juli 2018, tapi hingga saat ini lima penggantinya yang sudah ditetapkan secara resmi oleh dewan, belum masuk dan belum bertugas,” Johardiman, Sekretaris KIP Kabupaten Simeulue, kepada Habadaily.com, Senin (09/07/2018).

Dia mengaku khawatir kelima komisioner baru itu belum bekerja, karena proses tahapan pedaftaran calon anggota legislatif telah menimbulkan kendala yang dianggap serius, sebab batas akhir pendaftaran calon anggota legislatif pada tanggal 17 Juli 2018.

Sementara itu Ketua Komisi A DPRK Simeulue, Hasdian Yasin membenarkan seperti khawatiran Sekretaris KIP Simeulue. Padahal Komisi A DPRK Simeulue telah memilih dan ditetapkan melalui sidang pleno.

"Kita masih menunggu SK lima komisioner periode  2018-2023 dari KPU Pusat, hingga saat ini belum turun setelah kita ajukan, padahal surat rekomendasi dari KIP Aceh sudah ada, yang juga telah turut kita lampirkan kepada KPU Pusat,” ungkap Hasdian Yasin.

Hasdian mengaku, informasi miring keterlambatan turun SK karena ada seorang komisioner sedang dalam proses hukum, karena ada dugaan kejanggalan dokumen itu tidak benar.

"Kita minta segera SK komisioner itu diproses oleh KPU Pusat, sebab ini proses tahapan berjalan terus, dan kalau memang karena permasalahan salah seorang anggota komisioner yang sedang dalam proses pihak berwajib, bisa digantikan dengan anggota komisioner yang lulus cadangan," imbuhnya.

Bupati Simeulue, Erly Hasim menyebutkan tidak mempengaruhi proses tahapan pemilu dan tidak mengganggu kestabilan Pemerintahan Kabupaten Simeulue,  meskipun telah habis masa jabatan komisioner dan belum turun SK baru dari KPU Pusat. "Tidak mempengaruhi proses tahapan pemilu, sebab pendaftaran bisa diterima petugas KIP, namanya juga orang mendaftar, ya terima saja dulu sambil menunggu SK komisioner dari KPU Pusat, nanti baru diserahkan kepada Komisioner yang baru," tutupnya.[acl]

Loading...