Bea Cukai Aceh Musnahkan Rokok Pita Cukai Palsu

Hafiz Erzansyah - habadaily
10 Jul 2018, 12:02 WIB
Bea Cukai Aceh Musnahkan Rokok Pita Cukai Palsu

HABADAILY.COM - Bea cukai memusnahkan 390,505 batang rokok ilegal yang disita di Lhokseumawe dan Meulaboh. Pemusnahan dilakukan di halaman Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh yang berada di kawasan Lueng Bata, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, Selasa (10/7/2018).

Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, Agus Yulianto mengatakan, rokok ilegal yang disita ini dilakukan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) C Lhokseumawe dan Meulaboh dalam upaya memberantas peredaran rokok ilegal.

"Upaya ini merupakan aksi nyata Bea Cukai dalam menciptakan perlakuan yang adil bagi industri rokok yang telah patuh dengan segala ketentuan yang berlaku, sehingga diharapkan dengan penindakan ini tidak ada lagi beredarnya rokok ilegal," kata Agus Yulianto.

Agus menjelaskan, jumlah rokok yang disita oleh KPPBC TMP C Lhokseumawe kali ini sebanyak 81.552 batang berbagai jenis dengan potensi kerugian negara senilai Rp 32 juta lebih. Rata-rata, rokok yang disita tidak memiliki pita cukai seperti rokok legal umumnya.

"Sementara di Meulaboh jumlah yang disita sebanyak 308.953 batang berbagai jenis dengan kerugian negara senilai Rp 124 juta lebih. Penyitaan dan pemusnahan rokok ilegal ini dinyatakan barang milik negara dan pemusnahannya sudah disetujui," jelasnya.

Pemusnahan ini merupakan salah satu wujud misi Bea Cukai dalam melindungi masyarakat. Untuk peredaran rokok ilegal sendiri, modusnya berbagai macam. "Ada rokok polos tanpa pita cukai, pemalsuan pita, pita cukai yang tidak sesuai antara rokok pabrikan serta pita cukai bekas," ungkapnya.

Di Aceh sendiri, peredaran rokok ilegal tidak terlalu liar seperti di daerah lain misalnya Pulau Jawa. "Namun tetap kita pantau terus peredarannya di pasaran, kita kerap lakukan sejumlah operasi namanya Operasi Gempur, kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut setelah menyita puluhan ribu batang rokok ilegal ini," tambahnya.

Kerugian negara beradarnya rokok ilegal ini, untuk hasil penindakan di Kota Lhokseumawe sebesar Rp 32.541.000 dan di Meulaboh sebesar Rp 124.061.000 dengan total kerugian negara sebesar Rp Rp 156,602,000.  Seluruh barang haram ini disita oleh petugas di toko-toko dan juga gudang penyimpanan rokok di dua daerah tersebut.

Untuk pemilik barang tersebut, Bea Cukai Aceh belum melakukan penindakan. Agus mengaku masih membutuhkan dilakukan penyelidikan lebih jauh, seperti harus ada uji laboratorium apakah rokok tersebut palsu atau tidak.

Terlebih tempat produksi rokok ilegal tersebut, kata Agus berada di luar Aceh, yaitu di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sehingga Bea Cukai Aceh harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan Bea Cukai yang ada di dua provinsi tersebut.

“Distribusi rokok itu lewat jalur darat. Bakan ada yang diproduksi khusus diedarkan di Sabang, kawasan bebas Sabang, kemudian ada yang selundupkan ke luar Sabang,” tutupnya.[acl]

Loading...