Tanggat Waktu Tiga Hari untuk Bebaskan Irwandi

Redaksi - habadaily
09 Jul 2018, 13:26 WIB
Tanggat Waktu Tiga Hari untuk Bebaskan Irwandi

HABADAILY.COM – Seribuan massa memberikan tenggat waktu selama tiga hari kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membebaskan Gubernur Aceh non-aktif, Irwandi Yusuf. Ultimatum itu disampaikan dalam aksi damai yang dibelar oleh Koaliasi Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB), Senin (9/7/2018) di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Massa KMAB perwakilan dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh, selain berorasi juga membawa sejumlah poster dan spanduk. Spanduk warna putih dibentangkan dan peserta aksi membubuhkan tandatangan sebagai bentuk dukungan, agar Irwandi bisa segera memimpin kembali Pemerintah Aceh.

Bahkan ada yang menuliskan agar Irwandi dibebaskan di lengan dan telapak tangan mereka, agar Irwandi segera dibebaskan menggunakan spidol.

“Hari ini tetap melakukan aksi damai, menuntut agar Irwandi Yusuf segera dibebaskan dengan tanpa syarat,” kata Koordinator Aksi, Fahmi Nuzula.

Menurut Fahmi, ini bukan persoalan membela Irwandi Yusuf, akan tetapi menegakkan keadailan di Aceh. Oleh sebab itu tidak tertutup kemungkinan akan melakukan aksi nantinya di kantor KPK di Jakarta untuk menuntut Irwandi segera dilepaskan.

“Juga kami memberikan waktu 3 hari, kalau tidak Irwandi dikembalikan semua instasi pemerintah akan kami lumpuhkan,” tegasnya.

Seorang orator, Muzakir Daud dari Peureulak, Kabupaten Aceh Timur menilai penangkapan terhadap Irwandi ada konspirasi politik. Oleh sebab itu meminta segera dilepaskan sebelum rakyat Aceh menjemput ke gedung KPK.

“Ini pernyataan sikap, bukan ancaman, karena beliau (Irwandi Yusuf) adalah tokoh perdamaian Aceh, kami beri waktu tiga hari,” pinta Muzakir Daud dalam orasinya.

Secara terpisah, Munir alias Abu Rimong Daya mantan komantan operasi GAM wilayah Meureuhom Daya, Kabupate  Aceh Jaya yakin Irwandi Yusuf ditangkap tidak memiliki bukti yang sah. “Selama ini beliau sangat bersih membela rakyat seluruh Aceh,” tegasnya.

Melalui media, sebutnya, menyampaikan kepada tokoh-tokoh pemerintah yang ada di Jakarta dan KPK agar bisa melihat aspirasi dari rakyat Aceh. Agar segera dilepaskan Irwandi dan kembali bisa memimpin Aceh.

“Pak Wandi (Irwandi Yusuf) sebagai orang tua rakyat Aceh yang telah memelihara MoU Helsinki segera dilepaskan,” tegasnya.

Sementara dari perwakilan wilayah Tengah Aceh, Wen Gerpa menilai, Irwandi yang merupakan tokoh demokrasi yang cinta damai dan telah berhasil menyatukan beberapa kelompok etnis di Aceh.

“Jadi terkait dengan kasus Irwandi saat ini ada konspirasi yang digiring dengan opini OTT (Operasi Tangkap Tangan ),” tegasnya.

Lanjutnya, apa yang menimpa Irwandi Yusuf, Wen Gerpa menilai ini bentuk penzaliman. Apa lagi Irwandi selama ini telah berhasil menyatukan berbagai suku yang ada di Aceh. Padahal beberapa suku yang telah bisa disatukan di Aceh menjadi pilar demokrasi bangsa Indonesia.

“Kami ingin bapak Irwandi itu segera dilepaskan, karena dia bukan milik kelompok, tetapi milik rakyat Aceh,” tutupnya.[acl]

Loading...