“Singklek Gaki” Irwandi Yusuf

Redaksi - habadaily
07 Jul 2018, 11:45 WIB
“Singklek Gaki” Irwandi Yusuf Ilustrasi

Menyimak pemeberitaan media massa, tanggapan netizen dan obrolan warung kopi tentang Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf telah mengingkatkan kembali akan keheboan dunia maya setahun yang lalu.

Waktu itu, tanggapan netizen dari berbagai penjuru negeri terutama di Aceh tertuju kepada Pemerintah Aceh yang tak lain adalah untuk Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang memperlihatkan sebuah gaya tersendiri ketika difoto memakai jas putih. Baju dinas kebesaran aparatur negeri ini, sehari sebelum dilantik sebagai Gubernur Aceh Priode 2017-2022, Rabu 5 Juli 2017.

Gaya itu menjadi tenar. Irwandi memperagakan gerakan menyilangkan kaki kanannya dan kedua tangannya di pinggang (orang Aceh menyebutnya, singklek gaki). Setelah dipopulerkan sang gubernur, banyak di kalangan masyarakat Aceh yang mencontohnya. Baik ketika berfoto perorangan maupun ramai-ramai bersama teman dan keluarga.

Bahkan pada perayaan HUT RI ke-72 di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh. Gubernur Irwandi bersama para Forkopimda Aceh berfoto singklek gaki, saat foto bersama usai upacara bendera.  Sebagian kepala daerah di Aceh, setingkat bupati  juga tak sedikit yang mencontoh gaya Irwandi Yusuf ketika difoto baik sebelum maupun setelah dilantik jadi bupati.

Gaya foto singklek gaki Irwandi Yusuf waktu itu, seakan menjadi penyejuk bagi masyarakat Aceh yang baru memilih pemimpin dan lelah menyimak "nyanyi nyanyi" politik sejumlah kandidat yang bertarung merebut kursi Aceh satu dan dua waktu itu.

Tanggapan positif netizen menghiasi dunia maya juga obrolan -obrolan warga para penikmat kopi di berbagai warkop di Aceh. Tidak ada yang marah, apalagi sampai menangkap  orang yang meniru gaya foto Irwandi Yusuf. Karena, gaya seseorang adalah hal biasa, lumrah.

Genap setahun memimpin Aceh, Irwandi Yusuf kembali tenar. Baik pada pemberitaan media massa, dunia maya, maupun perbincangan warung kopi. Namun demikian, ketenaran kali ini seakan telah melenyapkan gaya dan ucapan – ucapan yang dipopulerkan Irwandi sebelumya.

Meski pun masih dalam azas praduga tak bersalah, tetapi dugaan suap dana Otsus Aceh yang diduga dilakukan Irwandi Yusuf telah melukai hati masyarakat Aceh yang sebelumnya menaruh harapan banyak padanya untuk memimpin Aceh agar lebih maju, jujur dan bermartabat.

Kita akui, kata suap dan korupsi adalah sebuah perbuatan keji, terlebih dilakukan oleh seorang pemimpin sebuah daeran yang notabene penduduknya masih banyak yang miskin, banyak pengangguran dan infrastruktur  jalan di daerah yang masih banyak berlumpur.

Namun demikian, kebencian dan sumpah serapah terhadap Irwandi Yusuf tidak perlu berlebihan. Toh, Irwandi adalah manusia biasa (baharu) yang tidak lepas dari kesalahan dan kekhilafan. Terlebih, sebelumnya juga banyak terobosan-trobosan positif Irwadi Yusuf  dalam membangun Aceh yang manfaatnya kini dirasakan masyarakat Aceh.

Jangan sampai persoalan dialami Irwandi Yusuf kali ini menghapuskan jasanya yang telah diperbuat untuk Aceh dan masyarakatnya. Sungguh tidak adil jika satu kesalahan seseorang lebih diingat, dibanding seribu kebaikan yang ia lakukan.   

Begitupun, apa yang dipopulerkan Irwandi Yusuf kali ini sangat tak layak dicontoh. Terlebih bagi pejabat – pejabat  yang ada di Aceh, sebagaimana mencontoh gaya "Singklek Gaki Irwandi Yusuf" setahun lalu. Semoga!

Loading...