Mie & Cendol Rentan Mengandung Zat Berbahaya

Redaksi - habadaily
18 Mei 2018, 19:14 WIB
Mie & Cendol Rentan Mengandung Zat Berbahaya

HABADAILY.COM - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Banda Aceh menguji sampel makanan berbuka puasa di sejumlah lokasi di Banda Aceh. Lokasi pengujian sampel diambil di tiga kecamatan yaitu Kuta Raja, Syiah Kuala dan Bandar Raya, Jumat (18/05/2018).

Kepala BPOM Kota Banda Aceh, Zulkifli menyebutkan, mie dan cendol makanan yang patut dicuriga mengandung zat berbahaya seperti borak dan formalin, termasuk zat pewarna tekstil yang dipergunakan untuk penarik warna minuman.

Petugas BPOM membeli makanan berbuka puasa yang dicurigai mengandung zat berbahaya, ada 22 sampel yang dibeli yang berpotensi mengandung zat berbahaya. Setelah itu, langsung dibawa ke mobil laboratorium yang telah disediakan di titik pemeriksaan. Makanan yang banyak diuji adalah mie, bakso dan minuman berwarna seperti cendol dan sejenisnya.

“Ini memang sudah kegiatan rutin yang kami lakukan BPOM, kita sebut investigasi pengawasan pada bulan puasa, menjelang puasa kemarin itu kita telah mengawasi mini market dan pusat perbelanjaan,” kata Zulkifli di lokasi pemeriksaan.

Titik pertama petugas laboratorium setelah menguji semua sampel tidak ditemukan adanya makanan yang mengandung zat berbahaya. Meskipun demikian, Zulkifli menyebutkan akan terus melakukan pengawasan hingga ke seluruh kecamatan yang ada di Banda aceh untuk menjaga kualitas makanan berbuka puasa.

“Target kita seluruh kecamatan di kota Banda Aceh akan mengecek sampel makanan, mulai hari ini sampai besok, bahkan minggu nanti juga ada,” tukasnya.

Katanya, bila terdapat pedagang yang menjual makanan berbuka puasa mengandung zat berbahaya, akan dilakukan tindakan tegas. Baik itu bersifat pembinaan dan bahkan menutup dagangan juga bisa dipidanakan.

“Untuk di Banda Aceh satu orang sudah diproses hukum, sudah kita BAP dan tinggal proses selanjutnya,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, dr Warqah Helmi mengatakan, ada efek buruk bila seseorang memakanan makanan yang mengandung borak ataupun formalin. Gelaja awal seperti mual-mual dan muntah.

“Sedangkan untuk jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan dan kanker,” jelasnya.

Oleh karena itu, Warqah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada dan teliti saat memilih makanan, terutama selama bulan ramadan ada banyak jajanan yang dijual.

“Terutama minuman warna sangat mencolok, berwarna mengkilat, karena untuk penarik itu biasanya bahan pewarna pakaian, hati-hati,” tutupnya.[acl]

Loading...