Politisi Malaysia Anwar Ibrahim Bebas

Redaksi - habadaily
16 Mei 2018, 13:14 WIB
Politisi Malaysia Anwar Ibrahim Bebas Anwar Ibrahim | Foto www.scmp.com

HABADAILY.COM - Mantan pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim resmi bebas dari penjara, Rabu (16/05/2018). Dia mendapat pengampunan penuh dari Yang Dipertuan Agong Raja Malaysia dari sebuah rumah sakit di Kuala Lumpur, dimana dia menjalani perawatan.

Dikutip CNNIndoensia, ketika dibebaskan, Anwar(70) tahun,dikelilingi oleh keluarga, pengacara dan sipir penjara sebelum masuk ke dalam mobil menuju istana untuk bertemu raja.

"Dewan pengampunan telah bertemu dan raja memberikan pengampunan penuh, artinya seluruh tuduhan di masa lalu telah dicabut," kata Sivarasa Rasiah, pengacara Anwar.

Anwar dibebaskan dari penjara setelah Perdana Menteri Mahathir Mohamad dari koalisi oposisi Pakatan Harapan memenangkan pemilu Malaysia, Rabu 9 Mei 2018 dan mengalahkan Barisan Nasional pimpinan Najib Razak.

Pembebasan pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, disambut heboh oleh awak media yang sudah menantinya di Rumah Sakit Rehabilitasi Cheras.

Dia dibebaskan dari hukuman penjara lima tahun setelah raja mengampuninya atas permintaan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, Rabu (16/05/2018). 

Pengadilan Banding menyatakan Anwar terbukti bersalah atas dakwaan sodomi. Namun, ia selalu menampik dan menyebut kasus itu bermuatan politik. 

Dilaporkan media lokal, Malaysiakini, awak media langsung berebut mengambil foto Anwar saat dia berjalan keluar dari rumah sakit.

Walau demikian, Anwar dan istrinya, Wan Azizah Wan Ismail bisa digiring dengan aman oleh sipir menuju mobil.  Dari sana, ia langsung beranjak menuju istana kerajaan. Sultan Muhammad V langsung mengundangnya setelah ia dibebaskan.

Meski masih menjalani masa hukuman penjara, Anwar selama bulan ini dirawat di rumah sakit. Ia mendekam di balik jeruji sejak 2015. Anwar pertama kali dipenjara setelah Mahathir memecatnya dari jabatan wakil perdana menteri pada 1998 silam.

Dia kemudian memulai gerakan reformasi, bertujuan untuk mengakhiri pemerintahan berbasis ras dan patronase BN. Namun, langkah Anwar dijegal kasus sodomi dan penjara yang selama ini terus ia bantah meski sudah mendekam di penjara.

Kedua pemimpin meninggalkan perselisihannya pada 2016 dan sepakat menggabungkan barisan untuk melengserkan Najib.[jp/CNN]
 

Loading...