Warga Tagih Daging Meugang di Rumah Wagub Aceh, Jubir: Tak Ada Edaran Kupon

Redaksi - habadaily
15 Mei 2018, 20:57 WIB
Warga Tagih Daging Meugang di Rumah Wagub Aceh, Jubir: Tak Ada Edaran Kupon Ilustrasi: Foto penjual daging

HABADAILY.COM  – Sejumlah warga datang ke rumah dinas Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di kawasan Blang Padang, Banda Aceh, Selasa (15/05/2018). Kedatangan mereka untuk meminta jatah daging meugang (jelang Ramadhan) kepada orang nomor dua di Aceh tersebut.

Informasi dihimpun, warga datang ke rumah dinas Wagub karena ada informasi di sana ada pembagian kupon makmeugang dari Pemerintah Aceh. Kupon tersebut nantinya bisa ditukarkan dengan daging meugang yang sudah disediakan Pemerintah Aceh.

Informasi dari mulut ke mulut tersebut, dalam sekejab warga memadati jalan depan rumah dinas Wagub. “Iya menurut informasi di sini ada pembagian daging meugang dan pakai kupon,” kata seorang IRT asal Banda Aceh yang turut hadir ke depan pintu pagar rumah Wagub.

Menyikapi kedatangan warga , Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani  (SAG) dan Wiratmadinata memberi penjelasan. Menurut keduanya, Pemerintah Aceh tidak pernah mengedarkan kupon daging meugang seperti yang informasi yang diterima warga.

"Para suami di Aceh memiliki kebiasaan kesadaran mempersiapkan daging meugang jauh-jauh hari untuk keluarganya. Kemampuan membawa daging di hari meugang dari hasil keringatnya sendiri merupakan suatu kebanggaan  bagi orangtua Aceh,” ujar Wiratmadinata.

Pemerintah Aceh, lanjut Wiratmadinata,  telah memiliki mekanisme adat budaya yang selama ini berfungsi cukup baik di level gampong dimana sistim santunan sosial berjalan dengan cukup baik.

"Sekali lagi kita tegaskan, apabila ada sekelompok masyarakat yang merasa bahwa dalam beberapa hari ini menerima kupon maka itu adalah tindakan pihak lain yang berniat mengadu domba pemerintah dengan masyarakat," tegas Wiratmadinata.

Wira melanjutkan, Pemerintah Aceh dalam program pengentasan kemiskinan sejauh mungkin menghindari tindakan bagi-bagi uang atau barang kepada masyarakat, tetapi lebih mengutamakan tindakan pemberdayaan, meski butuh waktu agak lama dan bertahap. [jp/ril]

Loading...