Saksi Mahkota Bom Mapolrestabes Surabaya Masih Dirawat Intensif di Rumah Sakit

Redaksi - habadaily
15 Mei 2018, 12:55 WIB
Saksi Mahkota Bom Mapolrestabes Surabaya Masih Dirawat Intensif di Rumah Sakit anak kecil korban bom mapolres Surabaya. ©Istimewa

HABADAILY.COM - AIS (8), anak dari pelaku teror bom yang selamat di Mapolrestabes Surabaya, menjadi saksi mahkota dalam pengungkapan kasus terorisme. Ia menjadi salah satu sumber informasi dalam pengungkapan kasus teror di Jawa Timur.

"Salah satu yang menjadi informasi yang bisa memberikan keterangan kepada Polri adalah saksi-saksi mahkota yang saat sekarang masih di tangan Polri. Kita dapat melakukan interogasi secara psikologi anak tentunya, untuk mendapatkan Informasi-informasi yang dibutuhkan dalam rangka pengungkapan jaringan," jelas Kabid Humas Polda Jawa Timur Frans Barung Mangera di Surabaya, Selasa (12/5/2018).

AIS selamat dalam aksi teroris di Mapolrestabes Surabaya, sementara kedua orang tua dan dua kakaknya tewas di lokasi kejadian. AIS secara intensif sedang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Mabes Polri.

Siang ini, AIS mendapatkan kunjungan dari pamannya. Namun kepolisian belum membolehkan untuk bertemu secara langsung, karena alasan perawatan.

"Paman yang bersangkutan akan hadir untuk menjenguk. Namun yang bersangkutan masih dalam perawatan rumah sakit, sedang intensif dilakukan," tegasnya.

"Kami tidak ingin mempertemukan yang bersangkutan, karena masih perawatan intensif dalam perawatan. Kalau menjenguk dan melihat kemenakannya akan kita perbolehkan," sambungnya.

Keluarga akan diberikan kesempatan bertemu AIS, namun dengan pendampingan dari penyidik Polda Jawa Timur.

"Nanti yang bersangkutan akan diantarkan oleh penyidik Direktorat Kriminal Polda Jatim," katanya.

Barung juga menyatakan bahwa anak-anak tersebut merupakan korban dari indoktrinasi para orang tuanya. AIS salah satunya, harus diselamatkan atas masa depannya yang masih panjang.

"Anak itu harus diselamatkan, karena korban indoktrinasi dari pada kedua orang tua. Walaupun ikut (aksi) tetapi harus diselamatkan, karena polisi juga bertugas menyelamatkan, fighter pada kejahatan," terangnya. [acl/merdeka.com]

Loading...