Memandirikan Masjid Lewat Aset Wakaf

Redaksi - habadaily
14 Mar 2018, 12:20 WIB
Memandirikan Masjid Lewat Aset Wakaf Masjid Gandapuran Bireuen | Fajrizal MAG Habadaily.com

HABADAILY.COM – Sistem pembangunan masjid yang satu ini patut menjadi contoh. Dengan memanfaatkan aset wakaf yang ada sehingga masjid menjadi mandiri baik dari segi penghasilan maupun untuk kelajutan pembangunannya.

Mesjid ini terletak Masjid Jamik Taqwa Geurugok, Gandapura, Bireuen. Masjdi ini memiliki aset seperti perkebunan, sawah maupun tanah. Aset inilah yang kemudian dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan asli masjid tersebut.

Langkah ini unjtuk menjadikan masjid menjadi mandiri tanpa harus menunggu bantuan atau kuncuran dana dari pemerintah  tiap tahunnya. Hasil pengelolaan aset wakaf dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Badan Harta Wakaf (BHA) Mesjid Jamik Gandapura untuk berbagai keperluan.

Tanah-tanah wakaf yang ada di sekitar masjid dimafaatkan dengan mendirikan bangunan Rumah Toko ( Ruko). Hasil penuyewaan ruko kemudian masuk dalam kas masjid.

Pembina atau Penasehat Badan Harta Agama Mesjid Jamik Gandapura Ismail Adam,Selasa,13 Maret 2018, berbagi cerita dengan media ini, saat ditemui di Gandapura, Ismail Adam menceritakan awal wacana memanfaatkan harta wakaf masjid untuk dapat menghasilkan PAD bagi masjid.

Dengan penuh semangat, pria yang juga aktif sebagai anggota DPRK Bireuen ini  menyampaikan pasca dirinya ditunjukan sebagai Pembina di Badan Harta Wakaf Mesjid Jamik Gandapura pada tahun 2012 langsung mendata seluruh wakaf milik Masjid Jamik Gandapura. Pendataan ini dilakukan untuk memudahkan kami mengetahui apa-apa saja harta wakaf mesjid.

Seiring dengan perjalanan waktu munculah ide agar tanah yang kosong ini agar bisa dimanfaatkan untuk dapat menghasilkan PAD mesjid, hasil dari pemasukan dari hasil wakaf terkumpulah uang sehingga tanah yang wakaf yang kosong 8000 meter dimanfaatkan dengan dibangun ruko.

“Saat ini baru siap empat muka ruko dengan luas lahan 2000 meter, letaknya berdekatan dengan panti asuhan Muhammadiyah Gandapura, sisanya 6000 meter lagi akan kita bangun ruko juga yang nanti akan kita sewakan,”kata Ismail.

Ismail Adam menyampaikan ini adalah salah satu cara memanfaatkan harta wakaf mesjid yang dapat  menambahkan PAD mesjid untuk digunakan bagi keperluan Mesjid, ia juga menyampaikan hal-hal seperti ini harusnya menjadi prioritas pemerintah ketika memberikan bantuan dana kepada masjid.

Pemerintah harus berani memberikan masukan agar dana  yang dibantu untuk pembangunan masjid bisa digunakan untuk hal-hal yang bersifat positif.

Seperti membangun ruko di aset tanah wakaf Mesjid, ruko tersebut kemudian bisa disewakan dananya masuk ke kas mesjid, memanfaatkan aset tanah kebun wakaf mesjid dengan menanam tanaman yang dapat memberikan keutungan.

“Butuh dukungan dari pemerintah sebagai langkah awal menuju masjid yang mandiri dengan memanfaatkan asset tanah wakaf, pemerintah harus mengivestasikan dana untuk pemanfaatan harta wakaf mesjid untuk menghasilkan PAD,”jelas Ismail Adam

Saat ini Badan Harta Wakaf Mesjid Gandapura sudah mulai memanfaatkan aset tanah wakaf menuju masjid yang mandiri dikemudian hari. Bagi masjid lain yang ada di Aceh mari meniru pemanfaatan harta wakaf masjid seperti Badan Harta Wakaf Mesjid Gandapura. [jp]

 

MAG: Fajrizal

Loading...