Pol PP Banda Aceh Amankan 20 Pengemis, Waria dan Anak Jalanan

Redaksi - habadaily
09 Jan 2018, 16:54 WIB
Pol PP Banda Aceh Amankan 20 Pengemis, Waria dan Anak Jalanan Walikota Banda Aceh ketika meninjau para pengemis yang diamankan di rumah singgah | IST

HABADAILY.COM -  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banda Aceh mengamankan 33 penyandang soail di seputara Koata Banda Aceh, Senin (08/01/2017) malam.  Terdiri dari 20 pengemis, empat waria dan sembilan anak jalanan.

Menurut data Satpol PP, mayoritas dari mereka yang diamankan tersebut berasal dari luar Banda Aceh, bahkan ada yang dari luar Aceh (Jambi). Sebelum dipulangkan ke daerah mereka masing-masing, sementara ini ke 33 orang tersebut diinapkan di Rumah Singgah milik Dinas Sosial Kota Banda Aceh yang berlokasi di Lam Jabat, Kecamatan Meuraxa.

Walikota Banda Aceh H Aminullah Usman dan wakilnya H Zainal Arifin ketika melihat ke-33 orang penyandang sosial di rumah singgah, Selasa (09/01/2018) memberikan arahan kepada mereka bai pengemis, anak jalanan dan waria yang telah ditertibkan petugas.

"Tadi saya sudah ke rumah singga dan sudah bertanya sama anak jalanan soal bakat yang mereka punya. Kata mereka ada yang bisa menyablon, nanti akan kita bantu biar dia bisa berkarya. Tapi jangan lagi kembali berperilaku seperti ini, hidup di jalanan," ungkap Walikota.

"Kita ingin mereka mandiri tanpa harus mengemis. Mengemis di simpang jalan itu membahayakan diri mereka, kalau kecelakaan disenggol kenderaan misalnya, Pemko juga yang disalahkan nantinya," tambah Aminullah.

Pemko, tambahnya, telah melakukan pembinaan kepada sejumlah pengemis seperti dari kalangan tuna netra di Banda Aceh. Setelah dibina mereka diberikan pelatihan skill berikut modal usaha agar bisa mandiri. Tujuannya, agar tidak ada lagi pengemis di Banda Aceh yang berdampak pada terganggunya ketertiban umum.

Bagi anak jalanan, Walikota mengatakan terlebih dulu akan dilakukan pembinaan dan juga pelatihan skill sesuai bakat yang dimiliki. Kemudian Pemko akan mendorong mereka berkarya dan memberikan pendampingan.

Bagi yang berasal dari luar Banda Aceh, Aminullah memastikan akan memulangkan mereka ke daerah asal setelah diminta menandatangi surat perjanjian tidak kembali lagi ke Banda Aceh. "Kalau mereka nanti kembali dan terjaring petugas kita lagi, kita bina mereka disini sampai 100 hari," kata Aminullah.

Walikota meyakini setiap derah juga memiliki anggaran untuk melakukan pembinaan kepada penyandang masalah sosial di daerahnya. "Kami akan pulangkan Bapak dan Ibu ke daerah asal, Saya yakin disana ada juga program dalam memberdayakan PMS ini," ujar Aminullah.

Terkait dengan penertiban yang dilakukan terhadap waria, Walikota menyampaikan petugas menjaring mereka saat dini hari di pinggir jalan, bukan saat sedang menjalankan aktifitas seperti sedang bekerja.

"Kalau mereka hanya menjalankan aktifitas pekerjaan tidak akan ditertibkan. Tapi ini berada di pinggir jalan saat dini hari dengan pakaian menyerupai perempuan. Ini kan ada apa-apanya dan meresahkan warga," ungkap Aminullah.

Amin memastikan, program penertiban akan terus dikakukan di Banda Aceh hingga warga benar-benar merasakan kenyamanan dari persoalan masalah sosial ini.  "Kita akan terus lakukan program penegakan syariat Islam. Setiap ada kegiatan yang melanggar syariat Islam dan adat istiadat Aceh akan kita tindak," tegas Walikota.[jp/rel]

Loading...