DATA BMKG 26 September 2021

Jaksa KPK Bacakan Tuntutan Terhadap Ahmadi Terkait Dugaan Suap DOK Aceh

Jaksa KPK Bacakan Tuntutan Terhadap Ahmadi Terkait Dugaan Suap DOK Aceh

Bupati nonaktif Bener Meriah, Ahmadi, menjadi terdakwa kasus dugaan suap fee ijon proyek DOK Aceh 2018/Tribunnews.com

HABADAILY.COM - Sidang kasus dugaan suap fee ijon proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun 2018 dengan terdakwa Bupati nonaktif Bener Meriah Ahmadi kembali digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (22/11/2018). Sementara agenda sidang kali ini adalah pembacaan tuntutan bagi Ahmadi.

Di persidangan sebelumnya, Jaksa KPK telah menghadirkan puluhan saksi terkait kasus ini. Para saksi tersebut termasuk staf khusus Gubernur Irwandi Yusuf, kontraktor, Kepala Unit Pelayanan Pengadaan Aceh, Gubernur nonaktif Irwandi Yusuf, serta Steffy Burase. 

Kasus yang menjerat Ahmadi tersebut berawal dari Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan KPK terhadap empat tersangka, yaitu Irwandi Yusuf, Ahmadi, Hendri Yuzal dan T Saiful Bahri. Penangkapan ini dilakukan terkait dugaan Gubernur Irwandi meminta jatah sebesar Rp1,5 miliar atas fee ijon proyek pembangunan infrastruktur bersumber dana Otsus 2018. Uang suap tersebut diduga dipergunakan Irwandi untuk keperluan Aceh Marathon.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, kepada media ini menyebutkan persidangan dengan agenda Tuntutan terhadap Ahmadi ini dilakukan setelah mengajukan sejumlah bukti. 

"Sedangkan untuk Irwandi Yusuf, T Saiful Bahri dan Hendri Yuzal, berkas dan dakwaan telah dilimpahkan JPU sebelumnya dan akan dijadwalkan persidangan perdana pada hari Senin, 26 November 2018," kata Febri.

Selain itu, KPK kembali mengimbau Izil Azhar yang telah menjadi tersangka dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi bersama-sama dengan Irwandi Yusuf untuk koperatif dan menyerahkan diri. 

"KPK pasti menghargai sikap koperatif thd proses hukum tersebut. Hal ini akan lebih baik bagi yang bersangkutan dan proses hukum. Jika ada informasi yang ingin disampaikan bisa disampaikan pada KPK," pungkas Febri.[boy]

Komentar
Baca Juga
Terbaru