DATA BMKG 28 Februari 2020

BKSDA Rawat Kulit Harimau Sitaan PN Tapaktuan

BKSDA Rawat Kulit Harimau Sitaan PN Tapaktuan

HABADAILY.COM - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh merawat kulit harimau (Panthera Tigris Sumatrae) panjang 2 meter ini untuk dijadikan bahan edukasi kepada warga.

Kulit harimau itu yang diperoleh dari hasil rampasan Pengadilan Negeri (PN) Tapaktuan dari pemburu yang sudah divonis 4 tahun dan denda Rp 50 juta subside 4 bulan pada 13 Juli 2018 lalu.

Harimau sumatera itu diperkirakan berusia 9 - 12 tahun dan berjenis kelamin jantan dan dijual dengan harga Rp 15 juta.

Dokter Hewan BKSDA Aceh, Taing Lubis mengatakan, barang bukti kulit harimau tersebut akan diidentifikasi, diregistrasi dan dirawat. Hal ini dilakukan agar kulit harimau tidak terurai atau membusuk akibat dimakan serangga.

“Barang bukti kulit harimau ini baru saja kita terima di kantor BKSDA. Selanjutnya akan kita identifikasi dan merawatnya,” jelas Taing saat ditemui di kantor BKSDA Aceh, Rabu (12/12/2018).

Rencananya kulit harimau Sumatera ini akan dijadikan bahan edukasi atau pembelajaran bagi masyarakat. Sehingga mereka paham dan berhenti memburu harimau sumatera yang sudah diambang punah.

“Selesai kita rawat, kita harus menunggu instruksi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mau diapakan kulit harimau tersebut. Biasanya seperti yang sudah- sudah akan dijadikan sebagai bahan konservasi untuk edukasi agar membuat orang lain menyadari dan tidak memburu hewan dilindungi ini,” paparnya

Sebelumnya Pengadilan Negeri (PN) Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh telah menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara pada dua warga Kabupaten Subulussalam.

Mereka melanggar Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf (d) UU Nomor 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana atas tindak pidana memperjualbelikan kulit satwa dilindungi.

Tahun 2018 ini ada 2 kasus perburuan harimau sumatra yaitu di Aceh tengah dan Aceh selatan.[acl]

Komentar
Terbaru