DATA BMKG 12 Juli 2020

Bea Cukai Aceh Sita Bawang Ilegal Sebanyak 1.835 Karung

Bea Cukai Aceh Sita Bawang Ilegal Sebanyak 1.835 Karung

Bea Cukai Aceh Sita Bawang Ilegal Sebanyak 1.835 Karung .FOTO:HABADAILY.COM/JALAM USIS

HABADAILY.COm - Sebanyak 1.835 karung bawang bombay illegal disita oleh Petugas Kanwil Bea Cukai Aceh dan Bea Cukai Kuala Langsa di daerah Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh pada Senin (16/3/2020).

"Total karung yang kita sita sebanyak 1.835 kaeung, masing-masing karung seberat 10 (sepuluh) KG dan total berat barang illegal adalah 18,35 Ton," Kata Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro, kamis (19/3/2020) di Banda Aceh.

Kata Isnu, Bawang bombay tersebut dimuat di 3 (tiga) sarana pengangkut darat yang berbeda, yaitu Cold diesel panjang dengan mengangkut barang illegal sebanyak 1.033 (seribu tiga puluh tiga) karung, Cold diesel dump mengangkut barang illegal sebanyak 500 (lima ratus) karung, dan Mobil pick up L300 mengangkut barang illegal sebanyak 302 (tiga ratus dua) karung.
 
"Bawang bombay hasil sitaan Bea Cukai perkiraan nilai barang sebesar Rp.917.500.000,- dan potensi kerugian negara sebesar Rp 155.975.000", Akunya.

Isnu menambahkan, penyitaan bawang bombay illegal ini atas sinergi Kanwil Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Kuala Langsa, dan Direktorat Pembekalan Angkatan Darat Tepbek 00-44-02.b/Langsa.

Bermula dari informasi masyarakat ada truk  bermuatan bawang bombay illegal di daerah Rantau. tepatnya di Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Tim kemudian melakukan lakukan pengejaran, dan berhasil mengentikan mobil tersebut,  petugas memeriksa muatan dan petugas mendapati mobil tersebut penuh dengan muatan bawang bombay tanpa dilengkapi dokumen pendukung.

" Petugas telah mengamankan sopir beserta kernet dan sarana pengangkut darat yang mengangkut barang illegal tersebut",jelasnya.

Isnu menjelaskan, Sanksi hukum atas pelaku tindak pidana penyelundupan barang impor diatur dalam Pasal 102 huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan , Setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000 dan paling banyak Rp5.000.000.000.

"Dengan adanya sanksi hukum ini, diharapkan pelaku usaha maupun masyarakat tidak melakukan tindakan penyelundupan dan atau membeli barang hasil penyelundupan sebagai bentuk partisipasi warga negara untuk berupaya melindungi petani bawang bombay, melindungi masyarakat dan lingkungannya dari penyakit yang diakibatkan adanya importasi bawang bombay dan produk turunannya serta meningkatkan daya saing industri dalam negeri dan mendongkrak penerimaan negara dari sektor bea masuk dan pajak",Tutupnya.

Komentar
Baca Juga
Terbaru