DATA BMKG 31 Oktober 2020

Polisi Tangkap Tangan Oknum PNS Saat Kirim Ganja

Polisi Tangkap Tangan Oknum PNS Saat Kirim Ganja

HABADAILY.COM - Personel Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh menangkap dua perempuan yang diduga sebagai kurir ganja. Kedua pelaku ditangkap karena mengirimkan ganja ke luar Aceh dengan menggunakan jasa pengiriman barang.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Resnarkoba, AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan, keduanya yakni NDL (54), PNS BPN Aceh, warga Banda Aceh dan KNK (20), mahasiswi, warga Kabupaten Aceh Besar.

Penangkapan dilakukan Kamis (4/10/2018) kemarin di kantor salah satu jasa pengiriman barang bernama Elteha yang berada di kawasan Lueng Bata, Banda Aceh sekira pukul 12.30 WIB kemarin.

“Ini berdasarkan informasi masyarakat," kata Budi, Jumat (5/10/2018).

Polisi pun mengamankan tiga bal ganja kering terbalut isolatip warna cokelat yang beratnya sekitar 2,7 kilogram, satu unit telepon seluler merek Nokia dan selembar nomor pengiriman paket itu.

"NDL tertangkap tangan di lokasi saat akan mengirim ganja melalui jasa pengiriman barang Elteha. Paket ganja ini akan dikirim ke Restoran Abu Nawas yang ada di Jakarta dengan nama penerima Suryadi yang kini masih buron," jelasnya.

NDL mengaku, paket ganja ini diperoleh dari tersangka KNK. Tersangka KNK pun ditangkap tak lama kemudian di sebuah warung kopi yang berada di belakang Kantor BPN Aceh yang merupakan juga kantin kantor itu.

"Menurut pengakuan NDL, paket ganja ini didapat dari seorang pria berinisal SNI yang kini masih buron melalui perantara KNK. Saat KNK kita tangkap, SNI yang diketahui sebagai pacarnya KNK juga ada di lokasi namun berhasil kabur," kata Budi.

Tersangka NDL, sambungnya, menerima paket ganja ini dari KNK di wilayah Simpang Mesra, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh sekira pukul 12.00 WIB kemarin. NDL diperintahkan oleh SNI untuk mengirim paket ganja menggunakan jasa pengiriman Elteha.

"NDL menerima uang sebanyak Rp 250 ribu dari SNI untuk mengirim paket ganja itu dan sebagai upah untuk pengirim paket ganja itu. Sebanyak Rp 168 ribu digunakan untuk biaya pengiriman sementara sisanya sebagai upah," ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Langsa ini.

NDL juga mengaku, pengiriman seperti ini sudah dilakukannya sebanyak 7 kali melalui sejumlah jasa pengiriman barang lainnya, termasuk PT Pos Indonesia. Di Kantor Pos Darussalam, lanjutnya, NDL mengirim paket ganja sebanyak tiga kali dan di Kantor Pos Simpang Mesra sebanyak satu kali.

"Sementara di Kantor Elteha ini diakui sebanyak tiga kali. Ini masih kita kembangkan, kita juga masih mencari keberadaan tersangka yang kabur sebelumnya termasuk dugaan adanya keterlibatan tersangka lain," tutupnya.[acl]

Komentar
Terbaru