DATA BMKG 07 April 2020
Pemerintah Aceh

Jumlah ODP Covid-19 Bertambah, Masyarakat Diimbau Lebih Waspada

Jumlah ODP Covid-19 Bertambah, Masyarakat Diimbau Lebih Waspada

Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani (SAG).

HABADAILY.COM—Jumlah Orang Dalam Pengasawan (ODP) Covid-19 di Aceh kian bertambah. Masyarakat diharapkan tetap tenang namun perlu lebih waspada, seperti pengawasan dan meningkatkan jam belajar anak-anak di rumah.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani (SAG) melalui pesan WhatsApp kepada awak media, Sabtu, 21 Maret 2020. Jumlah ODP seluruh Aceh, berdasarkan data terakhir mencapai 84 orang. Tetapi, sejauh ini belum ada satu orang pun yang positif Covid-19 di Aceh.

“Masyarakat tenang dan waspada saja. ODP bukan penderita Covid-19, tapi pernah ke daerah penularan Covid-19 di dalam atau luar negeri, dan ada riwayat demam, pilek, dan batuk,” terangnya.

Menurut SAG, bertambahnya jumlah ODP tersebut menunjukkan adanya peningkatan kesadaran mereka yang pernah ke daerah penularan Covid-19 dan melapor kepada petugas fasilitas kesehatan di kabupaten/kota. “Kesadaran diri tersebut modal paling efektif pencegahan penularan virus corona bagi orang terdekat dekat dan masyarakat di sekitarnya,” urai SAG yang juga Juru Bicara Pemerintah Aceh ini.

Ia menambahkan, mereka dalam status ODP seyogyanya beristirahat di rumah, tidak ke tempat-tempat orang berkumpul, dan tidak mengunakan kenderaan umum bila ke fasilitas kesehatan. Warung kopi, caffe, restoran, dan tempat-tempat umum lainnya harus dihindari. Masyarakat lainnya pun tidak lagi berkumpul di warung kopi, caffe, restoran, dan rumah makan, atau tempat umum lainnya karena memiliki resiko tinggi penularan virus corona.

“Beli makanan atau minuman untuk bawa pulang ke rumah, dan cuci tangan dengan sabun sebelum menikmatinya,” imbau SAG.

Sementara itu, SAG mengatakan, jumlah Orang Dalam Pengawasan (PDP) yang saat ini sedang menjalani perawatan sebanyak 4 orang, yakni tiga di RSUD dr Zainoel Abidin Banda Aceh dan satu lainnya dirawat di RSUD Cut Mutia Lhokseumawe. Dua PDP di RSUZA memiliki riwayat ke daerah penularan dalam negeri, dan satu lagi pernah kontak erat dengan temannya yang positif Covid-19 di Bogor, Jawa Barat.

“Saya tegaskan lagi, yang sedang dirawat itu juga statusnya masih PDP, bukan Covid-19,” tutup SAG.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru