DATA BMKG 14 Oktober 2019

111 Dokter Intership Disebarkan ke Kabupaten/Kota di Aceh

111 Dokter Intership Disebarkan ke Kabupaten/Kota di Aceh

Tawqallah melepaskan penyebaran dokter intership.

HABADAILY.COM—Pemerintah Aceh menyebarkan 111 dokter intership untuk mengabdi di delapan kabupaten dan kota. Para dokter intership itu diserahterimakan oleh Sekretaris Daerah Aceh dr Taqwallah kepada Kepala Dinas Kesehatan masing-masing daerah, di Ruang Serbaguna Setda Aceh, Selasa (8/10).

Sekda berpesan agar mereka mengabdi dengan baik selama bertugas di Aceh. "Tugas Anda adalah tugas mulia. Orang berkepentingan dengan  Anda. Berikan pelayanan yang terbaik untuk pasien Anda," kata Taqwallah.

Dijelaskannya, ada beberapa titik pantau kesehatan masyarakat yang harus dipenuhi oleh para dokter intership tersebut. Di antaranya adalah memantau dan mendata setiap ibu hamil untuk kemudian diberikan buku KIA. Ibu hamil juga diharuskan untuk mengkonsumsi tablet tambah darah saat hamil. "Ibu hamil harus diperiksa minimal 4 kali hingga melahirkan," kata Sekda.

Saat akan melahirkan, papar Sekda, ibu hamil harus didampingi dan statusnya dipastikan, apa akan melahirkan secara normal atau pun masuk dalam kelompok resti. Jika ibu hamil masuk kelompok resti, tenaga kesehatan harus merujuknya ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi untuk tertangani dokter ahli,” pesannya.

Selanjutnya, ungkap Taqwallah, pemantauan saat bayi lahir. Petugas harus memastikan agar bayi mendapatkan IMD dan ASi ekslusif begitu lahir. "Jika anak mendapatkan ASI pertama itu, biasanya akan terhindar dari penyakit infeksi sampai usia 3 bulan pertama," kata Sekda Taqwallah.

Diingatkannya, bagi ibu pasca melahirkan haruslah diberikan pemahaman agar memberikan ASI bagi bayi hingga usia 24 bulan serta memastikan anak mendapatkan imunisasi dasar. "Itu semua disebut sebagai masa 1.000 hari pertama kehidupan. Jika kita bisa melakukan itu, insya Allah anak akan terhindar dari stunting," kata Sekda Taqwallah.

Taqwallah menyebutkan tantangan dokter sekarang ini adalah memberikan pemahaman bagi masyarakat yang saat ini mulai tidak mau lagi membawa anak untuk imunisasi. Untuk itu, mereka diminta mempelajari budaya hingga cara-cara pendekatan pada masyarakat sehingga tantangan itu bisa dilewati.

Sebanyak 111 dokter intership itu akan bertugas di Aceh Utara (21 orang), 8 orang di Aceh Timur, 5 Orang di Bener Meriah, dan 21 orang di Aceh Tamiang. Selanjutnya 13 orang ditempatkan di Kota Subulussalam, 21 orang di Kabupaten Bireuen, 5 di Aceh Jaya, dan 17 orang akan bertugas di Aceh Tengah.

Para dokter intership ini akan bertugas selama satu tahun penuh. Selama delapan bulan di Rumah Sakit Umum Daerah dan dilanjutkan pengabdian empat bulan di Puskesmas,” tandas Taqwallah.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru