DATA BMKG 14 Oktober 2019

PTGMI Gelar Rakernas di Banda Aceh

PTGMI Gelar Rakernas di Banda Aceh

Pembukaan Rekernas dan Seminar PTGMI di Banda Aceh.

HABADAILY.COM—Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas di Banda Aceh. Kegiatan yang dibuka Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif, Jumat (13/9) ini  diikuti 121 peserta dari 34 provinsi di Indonesia.

Pembukaan Rakernas PTGMI 2019 turut dihadiri Direktur Pelayanan Kesehatan Primer Dirjen Pelayanan Kesehatan Drg Saraswati MPH, Walikota Banda Aceh Aminullah Usman, Direktur Poltekkes Aceh Ampera Miko, dan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar serta berbagai unsur lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua DPP PTGMI Epi Nopiah mengatakan PTGMI merupakan organisasi profesi tunggal yang senantiasa berupaya untuk memperteguh komitmen pengabdian pelayanan kesehatan gigi dan mulut dalam rangka mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan.

"Oleh karenanya kami berkewajiban untuk terus menerus meningkatkan kualitas kompetensi anggota PTGMI melalui perbaikan standar profesi, standar pendidikan dan standar pelayanan, program pendidkan dan pelatihan berkelanjutan serta upaya perbaikan kesejahteraan anggota," kata Epi Nopiah dalam sambutannya.

Sementara itu, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam amanat tertulis yang dibacakan Kadinkes dr Hanif meminta PTGMI untuk berperan dan mendukung penguatan kapasitas anggotanya. Dengan demikian, kesempatan membuka praktik mandiri sebagaimana dijelaskan dalam Permenkes Nomor 20 Tahun 2016 dapat terwujud secara profesional.

"Saya harap, para terapis gigi dan mulut yang hadir pada kesempatan ini dapat mengikuti dengan baik, sehingga keberadaan PTGMI di tengah masyarakat bisa dirasakan manfaatnya," harap Plt Gubernur Aceh.

Hal senada juga utarakan Walikota Banda Aceh Aminullah Usman. Ia juga menyambut baik Rakernas ini dilaksanakan di Banda Aceh, hal ini sejalan dengan program Pemerintah Kota untuk mendatangkan pariwisata dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

"Saya berharap pelaksanaan rakernas ini juga dapat merumuskan program kerja tepat dan realistis, sehingga memberikan dampak baik terhadap warga Banda Aceh," imbuhnya.

Ketua DPD PTGMI Aceh Nasri menuturkan bahwa di Aceh saat ini masih tergolong sangat tinggi angka penderita karies atau gigi berlubang. Karena itu, pihaknya akan terus melakukan langka-langkah pencegahan, baik melalui fasilitas kesehatan maupun langsung berhadapan dengan masyarakat.

"Kita terus melakukan upaya pencegahan dengan pendekatan promotif dan prepentif. Upaya di luar klinik itu digelorakan, kita suarakan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat dengan berbagai cara," ungkapnya.

Penyebab gigi berlubang ini, lanjut Nasri, karena memang perilaku masyarakat Aceh yang belum banyak memahami kapan sebaiknya menyikat gigi.

Sebenarnya, kata dia, menyikat gigi itu dilakukan bukan hanya dua kali dalam sehari, malah lebih baik sampai tiga kali. Yaitu sesudah sarapan pagi, makan siang dan ketika mau tidur malam. "Karena itu, kita akan terus meningkatkan kinerja dengan pendekatan terukur secara promotif dan preventif sebagai langkah pencegahan gigi berlubang," pungkas Nasri.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru