Dimana Gembong Narkoba Murtala? Ini Kata BNN Aceh

Fitri - habadaily
05 Des 2018, 15:21 WIB
Dimana Gembong Narkoba Murtala? Ini Kata BNN Aceh Foto: HND

HABADAILY.COM - Polisi hingga saat ini masih memburu sisa narapidana yang kabur dari Lapas Klas II A Lambaro, Aceh Besar. Dari total 113 napi yang kabur, hanya 35 di antaranya yang baru berhasil dibekuk petugas.

Pembobolan Lapas Klas II A Lambaro Aceh Besar ini mendapat perhatian publik. Apalagi kasus bobolnya Lapas itu bukan kali pertama terjadi. Di sisi lain, muncul dugaan-dugaan terkait kaburnya 113 napi di Lapas tersebut. Salah satunya adalah sebagai upaya para napi untuk meloloskan gembong narkoba Murtala Ilyas yang juga ditahan di Lapas Klas II A Lambaro.

Polisi yang mendapat kabar ini turut mendalami segala dugaan tersebut. Biang keladi kerusuhan yang berujung kaburnya para napi pun diburu.

Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh, Kombes Muhammad Anwar mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan. Mereka juga menyortir narapidana narkoba yang kabur dan berhasil ditangkap. 

"Namun terkait kabar yang menyebutkan kaburnya para napi berkaitan dengan upaya meloloskan gembong narkoba Murtala Ilyas, masih perlu pendalaman," kata Muhammad Anwar.

Murtala Ilyas adalah napi yang divonis Pengadilan Negeri Bireuen dengan hukuman 19 tahun penjara. Dia juga didenda Rp 5 miliar pada 28 Juli 2017 lalu. Setelah vonis itu, Murtala banding ke Pengadilan Tinggi dan divonis 3 tahun penjara. Kemudian naik lagi kasusnya kasasi ke Mahkamah Agung dan divonis menjadi 8 tahun penjara. Hakim MA berpendapat Murtala bersalah karena telah melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari hasil kejahatan narkoba.

Sebelum dipindahkan ke Banda Aceh, Murtala menjalani hukuman di Rutan Bireuen. Namun, pada Sabtu 7 Juli 2018, Murtala dipindahkan ke Lapas Lambaro.

Keberadaan Murtala di Lapas tersebut, diduga menjadi kepingan puzzle atas aksi pembobolan Lapas Klas II A beberapa waktu lalu. Apalagi mayoritas napi yang kabur terjerat kasus narkoba. Meskipun ada di antara para napi yang kabur tersebut dihukum karena kasus kriminal umum seperti pembunuhan.

Korelasi ini makin menjadi-jadi ketika pihak Lapas justru tidak dapat menunjukkan foto para napi yang kabur. Selain itu, tersiar kabar ihwal bandar narkoba tersebut tidak berada di dalam sel pada hari kejadian.

Dugaan ini pernah dibantah oleh Kakanwil Kemenkum HAM Aceh, Agus Toyib, saat mengunjungi tahanan di lapas Lambaro Jumat, (30/11/2018) lalu. "Kami belum menemukan korelasinya. Karena saat kejadian Murtala tidak ikut lari, Murtala sudah dibawa ke Jakarta oleh BNN," kata Agus.

Dia mengatakan Murtala Ilyas dibawa ke Jakarta untuk kepentingan pengembangan kasus narkoba yang menjeratnya. Agus juga meminta agar kaburnya para napi Lapas Kelas II A Lambaro, tidak disisipi dengan berbagai prasangka yang tidak terbukti kebenarannya.

Terkait hal ini, HABADAILY.COM lantas menanyakan informasi yang disampaikan Kakanwil Kemenkum HAM Aceh tersebut kepada Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh, Brigen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser. Ditemui usai acara sosialisasi Narkoba di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, Faisal membenarkan informasi terkait Murtala tersebut. 

“Sudah dibawa ke Jakarta saat bobolnya lapas lapas Lambaro. Paginya langsung dibawa pihak BNN untuk  pemeriksaan lebih lanjut terhadap kasus ini," kata Faisal.

Lanjutnya, sebelum kejadian bobolnya Lapas Lambaro, pihaknya sudah mengajukan surat untuk pemeriksaan lebih lanjut terhadap Murtala. Permintaan ini kemudian disetujui pihak Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

“Dia tidak kabur pada saat kejadian. Langsung kita amankan. Nah, sudah jelaskan," kata Faisal kepada awak media.[boy]

Loading...