Polisi Reka Ulang Pembunuhan Guru Honorer di Kost Kuta Alam

Fitri - habadaily
05 Des 2018, 14:35 WIB
Polisi Reka Ulang Pembunuhan Guru Honorer di Kost Kuta Alam Foto: HND

HABADAILY.COM - Polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan Danil Juliansyah (23), seorang guru honorer di SDN 23 Lueng Bata. Rekonstruksi pembunuhan yang langsung diperankan SK alias Buluk alias Suherman Karoro ini dilaksanakan di kost Alimun Kuta Alam. 

"Ada 36 adegan yang diperagakan tersangka. Semuanya sesuai dengan yang dilakukan tersangka SK alias Buluk saat mengeksekusi Danil," ujar Kapolsek Kuta Alam, Iptu Miftahuda Dizha Fezuona, S.i.K kepada wartawan usai rekontruksi pembunuhan, Rabu (05/12/2018).

Kapolsek Kuta Alam Banda Aceh mengatakan rekontruksi ini dilakukan untuk kepentingan penyidikan perkara. Sehingga saat berkas penyidikan dilimpahkan ke kejaksaan, tidak ada lagi kekurangan dan bantahan dari penasihat hukum.

Dalam rekontruksi ini, polisi juga menghadirkan pihak kejaksaan dari Kejari Banda Aceh, agar semuanya sinkron sesuai kronologi yang terjadi. 

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan polisi diketahui motif pembunuhan terhadap guru honorer pada Oktober 2018 lalu ini, terkait utang piutang senlai Rp 4 juta lebih. 

"Masalah utang piutang senilai Rp 4 juta lebih yang dipinjam korban kepada tersangka dan sudah berlangsung selama dua tahun. Namun, korban tak kunjung membayarnya," kata Kapolsek.

Ke-36 adegan dalam rekonstruksi tersebut sesuai dengan fakta yang dilakukan tersangka SK saat kejadian. Dia mengawali aksinya dengan cara menelepon korban dan membuat janji untuk bertemu di depan pintu gerbang rumah kost tersebut. Tersangka kemudian mengajak korban untuk berbincang di kamar, sebelum akhirnya menggorok leher Danil Juliansyah.

"Atas perlakuannya, tersangka dijerat dengan Pasal 340 jo 338 dan 339 dengan hukuman 15 tahun penjara atau hukuman mati," kata Kapolsek.

Polisi berhasil menangkap SK saat sedang menebang pohon pinus di kawasan Blang Nangka, Gayo Lues, Rabu (07/11/2018) lalu. SK disebut-sebut sebagai teman dekat almarhum Danil Juliansyah. 

Dalam kasus ini, polisi juga membekuk lima tersangka lainnya yang diduga menjadi penadah barang-barang milik korban.

Kasus pembunuhan Danil Juliansyah terungkap setelah pemilik kost Alimun mencium aroma tidak sedap dari salah satu kamar kontrakannya. 

SK diduga telah merencanakan pembunuhan Danil di rumah kontrakan tersebut dengan ikut serta memboyong sebilah pisau sepanjang 25 Cm saat berangkat dari Lawe Aunan, Kecamatan Ketambe, Gayo Lues. Dengan menggunakan senjata tajam itulah, tersangka pelaku akhirnya menghabisi nyawa guru honor itu.[boy]

Loading...