Dua Truk Diamankan Angkut 22 Potong Kayu Ilegal

Hafiz Erzansyah - habadaily
09 Nov 2018, 07:57 WIB
Dua Truk Diamankan Angkut 22 Potong Kayu Ilegal Dok kepolsian

HABADAILY.COM -  Sat Reskrim Polres Aceh Barat mengamankan dua unit dam truk yang mengangkut puluhan kayu berbentuk balok ilegal. Kedua mobil ini diamankan di kawasan Gampong Paya Baro, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat, Jumat (2/11/2018) sore lalu.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa melalui Kasat Reskrim, Iptu M Isral mengatakan, kedua mobil itu dikendarai oleh dua sopir berinisial WC (29) dan HM (46) yang merupakan warga Kecamatan Meureubo dan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

"Berdasarkan keterangan tersangka, kayu itu dibeli dari MS (25), warga Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat Jumat lalu," ujar Kasat saat dikonfirmasi Kamis (8/11/2018) malam.

Sehari kemudian tepatnya pada Sabtu (3/11/2018) sore lalu, petugas yang melakukan pengembangan kemudian menangkap pemilik kayu yakni MS di kawasan Gampong Sarah Peureulak, Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat. MS mengaku, kayu ini ditebang sendiri menggunakan sebuah gergaji mesin di kawasan hutan.

"Tersangka MS menebang kayu ini di kawasan hutan Gunung Alu Tublak yang lokasinya dapat ditempuh selama lebih kurang dua jam dari Gampong Lancong, Kecamatan Sungai Mas. Kayu ditebang tersangka menggunakan gergaji mesin," ungkap Isral.

Hingga saat ini, ketiga tersangka beserta barang bukti 22 batang balok kayu, dua mobil dan sebuah gergaji mesin yang disita saat ini masih diamankan di Mapolres Aceh Barat untuk menjalani proses lebih lanjut.

Dua sopir pengangkut kayu yakni WC dan HM, dijerat dengan Pasal 12 huruf e Jo Pasal 83 ayat (1) huruf b dan tersangka MS, selaku penebang kayu dijerat dengan Pasal 12 huruf b Jo Pasal 82 ayat (1) huruf b UU RI Nomor 18 Tahun 2013 UU RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

"Ketiga tersangka ini diancam pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar," tambah Iptu M Isral.[acl]

Loading...