Tersangka Jaringan Narkoba Tewas Dibedil Petugas BNN di Pinto Khop

Hafiz Erzansyah - habadaily
08 Nov 2018, 23:01 WIB
Tersangka Jaringan Narkoba Tewas Dibedil Petugas BNN di Pinto Khop Ilustrasi

HABADAILY.COM - Tim gabungan BNNP Aceh bersama tim Dakjar BNN Pusat mengejar dan berupaya menangkap sejumlah tersangka yang masuk dalam DPO jaringan narkoba Ibrahim alias Hongkong cs, di Pangkalan Susu, Sumatera Utara.

Salah satu tersangka yang akan ditangkap tersebut Burhanuddin alias Burhan (57), warga Gampong Palong, Kecamatan Glumpang Baro, Pidie. Namun, ia tewas ditembak karena tidak mengindahkan peringatan petugas saat akan ditangkap.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser melalui Kabid Pemberantasan, Amanto mengatakan, penangkapan ini terjadi di Gampong Pinto Khop, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, Rabu (07/11/2018) kemarin sekira pukul 08.00 WIB.

"Pagi kemarin, kita akan menangkap tersangka DPO Burhan terkait pengungkapan kasus jaringan narkoba sabu seberat 75 kilogram milik Ibrahim alias Hongkong cs yang ditangkap di Pangkalan Susu, Sumut," ujarnya, Kamis (08/11/2018).

Burhan saat itu sedang beraktivitas di sebuah gubuk yang berada di kawasan kebun gampong setempat, yang diketahui selama ini sebagai tempat tinggalnya. Saat petugas memperkenalkan diri, Burhan melarikan diri ke area perkebunan sehingga petugas mengejarnya.

"Saat kita kejar, kita berikan imbauan dan peringatan untuk berhenti di tempat. Namun, yang bersangkutan tidak menghiraukannya. Kemudian kita berikan tembakan peringatan ke atas sebanyak 3 kali, akan tetapi ia tetap kabur," jelas Amanto.

Petugas akhirnya memberikan tindakan secara tegas terukur dengan menembak tersangka, dan mengenai bagian perut Burhan. Ia pun seketika tewas di tempat.

"Kemudian kita geledah rumahnya itu dengan disaksikan oleh seorang wanita berusia 27 tahun, yang diduga istri pelaku. Ditemukan sejumlah barang bukti milik pelaku, sementara narkoba tidak kita temukan," ungkapnya.

Barang bukti yang diamankan petugas di kediaman Burhan berupa satu unit mobil Honda CRV bernomor polisi BK 1883 FU lengkap dengan surat-surat, selembar KTP, dua lembar ATM, SIM, dua unit senapan angin serta tiga unit telepon seluler.

"Jenazahnya dibawa ke RS Bhayangkara Aceh untuk diautopsi, sementara barang bukti mobil dan lainnya yang kita sita, kini diamankan di Kantor BNNP Aceh," pungkas Amanto.[boy]

Loading...