9 Warga Tamiang Jadi Tersangka Pembakaran Mapolsek Bendahara

Hafiz Erzansyah - habadaily
07 Nov 2018, 21:57 WIB
9 Warga Tamiang Jadi Tersangka Pembakaran Mapolsek Bendahara Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Djambak saat mengunjungi Aceh Tamiang terkait kasus pembakaran Mapolsek Bendahara beberapa waktu lalu/Istimewa

HABADAILY.COM - Polisi terus mendalami kasus pengrusakan dan pembakaran Markas Polsek Bendahara Aceh Tamiang. Penyidik juga masih memeriksa mantan Kapolsek Bendahara Ipda IW dan beberapa personilnya yang diduga terkait dengan kematian tersangka bandar narkoba MY di tahanan.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak melalui Kabid Humas, AKBP Ery Apriyono mengatakan, tim gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Tamiang selama ini telah bekerja untuk mengusut kasus tersebut. 

Personel Polsek Bendahara yang kemarin diperiksa, hingga kini masih menjalani proses penegakan hukum yang dilakukan Dit Reskrimum Polda dan Bid Propam Polda Aceh.

"Saat ini masih proses, proses hukum pidana dan kode etik di Polda Aceh. Namun untuk hasil pastinya masih belum dilaporkan, kita masih menunggu laporan dari tim yang memeriksa," ujar Ery, Kamis (7/11/2018) sore.

Ia menjelaskan, tim juga telah mengidentifikasi sejumlah orang yang diduga sebagai pelaku pengrusakan dan pembakaran Mapolsek Bendahara. Ini diketahui dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan tim gabungan di lokasi, termasuk terhadap video insiden yang beredar.

"Tim memanggil 15 warga yang teridentifikasi terkait insiden itu sebagai saksi untuk dimintai keterangan. Belasan orang ini merupakan warga Kecamatan Banda Mulia dan Kecamatan Bendahara dipanggil Sabtu (3/11/2018) hingga Senin (6/11/2018) kemarin," ungkap Kabid Humas.

Dari 15 orang yang dipanggil, sambungnya, hanya 14 orang yang hadir di Mapolres Aceh Tamiang untuk menjalani pemeriksaan. Mereka datang secara kooperatif dengan didampingi perangkat desa masing-masing.

"Satu orang lainnya berhalangan hadir karena yang bersangkutan bekerja di Batam dan saat kejadian ia sedang ambil cuti kerja. Dari hasil pemeriksaan dan identifikasi pun yang bersangkutan diketahui hanya sekedar menonton kejadian itu," kata Ery.

Dari belasan orang yang dipanggil tersebut, polisi menetapkan 9 orang warga sebagai tersangka yakni JI (38), AN (38), SL (46), SL (46), ZI (32), IN (36), MD (26), IN (35) dan RI (30). Mereka merupakan warga Kecamatan Banda Mulia dan Bendahara, Aceh Tamiang.

"Ke sembilan orang ini memenuhi unsur saat pemeriksaan dan ditetapkan sebagai tersangka pengrusakan dan pembakaran Mapolsek Bendahara sesuai Pasal 170 dan 187 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," jelasnya.

Kabid Humas mengatakan para tersangka mengakui aksi pengrusakan dan pembakaran dilakukan secara spontan saat kejadian. Mereka, kata dia, terpancing emosi saat unjuk rasa yang sebelumnya dilakukan di Mapolsek Bendahara.

"Kita berterima kasih kepada masyarakat, khususnya masyarakat Aceh Tamiang yang turut membantu proses pengusutan kasus ini," tambah AKBP Ery Apriyono.

Hal senada dikatakan Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Zulhir Destrian. Dirinya selaku kepala kepolisian kabupaten setempat berterima kasih kepada seluruh masyarakat Aceh Tamiang yang membantu proses penyelidikan.

"Khususnya kepada 14 warga yang kita panggil untuk dimintai keterangan selama ini yang secara kooperatif hadir memenuhi panggilan dan proses hukum, juga masyarakat yang ikut serta membantu membersihkan puing-puing Mapolsek Bendahara yang rusak," kata Kapolres.[boy]

Loading...