Bekas Wali Kota Sabang Tersangka Dugaan Mark-Up

Hafiz Erzansah - habadaily
09 Okt 2018, 23:36 WIB
Bekas Wali Kota Sabang Tersangka Dugaan Mark-Up ilustrasi

HABADAILY.COM – Mantan Wali Kota Sabang berinisial ZHA ditetapkan menjadi tersangka dugaan mark-up (penggelembungan harga) pada pembebasan lahan di Kota Sabang tahun 2012, oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Selasa (09/10/2018).

Selain bekas orang nomor satu di kota wisata tersebut, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) juga menetapkan PPTK Dinas Pendidikan Sabang, beinisil MM sebagai tersangka. Namun demikian, keduanya belum dilakukan penahanan oleh penyidik.

“Kedua tersangka belum kita tahan.  Selain keduanya masih kooperastif, penyidik kita juga masih melakukan pengembangan serta menunggu hasil audit BPKP untuk jumlah kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus ini,” kata Kajati Aceh, Chaerul Amir.

Dijelaskan, pada tahun 2012 lalu Pemerintah Kota Sabang membebaskan sebidang tanah seluas 9000 meter persegi milik ZHA di Cot Damar, Gampong Raya Seunara, Kecamatan Sukakarya. Tanah tersebut digunakan untuk lokasi pembangunan rumah dinas guru.

ZHA yang pada waktu itu merupakan anggota DPRK Sabang menetapkan harga lahan miliknya Rp. 170 ribu permeter,sehingga uang negara yang harus disetorkan untuk pembebasan lahan tesebut Rp 1,530 miliar.

Sedangkan NJOP harga tanah di wilayah itu, hanya berkisar Rp 60 hingga 70 ribu per meter atau terjadi penggelumbungan harga Rp.100 ribu lebih permeternya. 

"Uang negara untuk membebaskan lahan milik ZHA senilai Rp 1,530 miliar. Uang itu sudah disetor ke rekening BPD Cabang Sabang milik ZHA oleh Kuasa BUD Pemko Sabang. Apabila merujuk NJOP, harga tanah itu terjadi penggelembungan harga terbilang tinggi, " ungkapnya.

Atas pembebasan lahan melebihi jauh dari NJOP tersebut, sehinga ditemukan kejanggalan yang juga menimbulkan kerugian keuangan negara. “Namun untuk jumlah kerugian sesungguhnya, kita menunggu hasil audit dari BPKP,” ujarnya. [jp]

Loading...