Sabu Ditemukan dalam Tabung Hidrolik Hendak Diselundupkan Melalui SIM

Hafiz Erzansyah - habadaily
09 Agt 2018, 17:25 WIB
Sabu Ditemukan dalam Tabung Hidrolik Hendak Diselundupkan Melalui SIM

HABADAILY.COM  - Petugas Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar kembali mengamankan seorang lelaki yang berupaya menyelundupkan sabu. Penggagalan ini dilakukan Selasa (7/8/2018) sore kemarin, sekira pukul 16.10 WIB.

Direktur Resnarkoba, Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito mengatakan, dalam penggagalan ini diamankan barang bukti sebuah tabung hidrolik berisi dua kilogram sabu dan selembar boarding pass milik pelaku serta sejumlah uang tunai.

"Pelaku berinisial ZH (26), Swasta, warga Kecamatan Nisam, Aceh Utara. Sementara ini masih diamankan di Mapolresta Banda Aceh untuk dilakukan pengembangan," ujarnya Kamis (9/8/2018).

Dijelaskan, penangkapan ini berawal saat ZH tiba di Bandara SIM dan hendak berangkat ke Surabaya. Saat petugas bandara melakukan pemeriksaan, ditemukan sebuah tabung hidrolik yang berisi sabu seberat dua kilogram. Barang haram dalam tabung hidrolik itu akan dibawa ke Surabaya dan nantinya akan diambil oleh seseorang yang tak dikenal.

"Awalnya ZH mengatakan bahwa tabung itu milik MA (DPO), warga Lhokseumawe, ZH mengaku tidak tahu isinya, dititipkan kepadanya dan akan dibawa ke Surabaya dan nanti diambil seseorang disana," kata Direktur.

Karena waktu keberangkatan mendesak, tersangka kemudian dipersilahkan berangkat pesawat menuju Surabaya dan transit di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Namun, barang bukti yang ditemukan tetap tinggal di tempat untuk diperiksa lebih lanjut oleh petugas.

"Setelah barang bukti tinggal dan diperiksa, baru diketahui bahwa isinya adalah sabu. ZH kemudian dijemput dan dibawa kembali ke Banda Aceh, tiba sekitar pukul 07.00 WIB Rabu, (8/8/2018) kemarin," jelas Kombes Pol Agus Sarjito.

Sementara, personel Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh kemudian langsung melakukan pengembangan terhadap tangkapan ini. Petugas bergerak ke Lhokseumawe dan menggeledah sebuah rumah yang diduga milik MA yang buron. Namun, MA tak ditemukan di rumah tersebut, hanya saja ada sebuah motor Yamaha Vixion yang diduga milik MA.

"Di TKP juga diambil keterangan seorang kerabat MA yakni MUS terkait hal yang diketahuinya tentang MA," kata Kapolresta Banda Aceh, Kasat Resnarkoba, Polresta Banda Aceh, AKP Budi Nasuha Waruwu saat dikonfirmasi terpisah.

Setelah ZH dijemput kembali dan diboyong ke Mapolresta Banda Aceh, akhirnya ia mengakui bahwa ditugaskan untuk membawa barang haram itu dengan imbalan yang diberikan sebesar Rp 15 juta bila barang sampai di Surabaya dan sudah diambil oleh orang yang tak dikenal itu.

"Masih diamankan di Mapolresta Banda Aceh dan masih kita lakukan pengembangan lanjut, termasuk memburu MA," tambah mantan Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe ini.[acl]

Loading...