Lima Nelayan Aceh Ditangkap Tentara Laut Malaysia

Hafiz Erzansyah - habadaily
14 Jul 2018, 17:38 WIB
Lima Nelayan Aceh Ditangkap Tentara Laut Malaysia Ilustrasi | Foto boat dan perahu nelayan di Aceh | Dok

HABADAILY.COM – Satu unit kapal nelayan asal Aceh bernama Kapal Motor (KM) Wulandari, Kamis 12 Juli 2018, ditangkap Kapal Patroli Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) di perairan wilayah negeri jiran itu. Ada lima nelayan dalam kapal motor kini berurusan dengan aparat hukum di sana.

Sekretaris Panglima Laot Aceh, Miftah Cut Adek yang dikonfirmasi pun membenarkan hal tersebut. Miftah mengatakan, kapal itu merupakan milik Samsul Bahri yang juga selaku kapten kapal.

“Kapal nelayan yang ditangkap milik Samsul Bahri, warga Gampong Alue Ie Puteh, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang,” ujarnya Sabtu (14/07/2018).

Berdasarkan informasi yang diperoleh melalui telepon, penangkapan bermula saat KM Wulandari yang berangkat melaut pada Rabu 11 Juli 2018, berupaya menghindar dari kondisi cuaca buruk angin kencang di tengah lautan.

Kemudian Samsul Bahri beserta empat ABK-nya sepakat untuk mencari tempat berlindung selama cuaca buruk di wilayah Batu Putih yang merupakan kawasan Malaysia.

“Saat sedang berlindung di Batu Putih (Kamis), kemudian kapal KM Wulan Dari ditangkap oleh Kapal Patroli Laut Diraja Malaysia,” jelasnya.

Empat orang anak buah kapal (ABK) yang juga ditangkap merupakan warga Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang yakni M Sakbani, Aji Saputra, Syahrul Rizal Yahya dan Sunaryo.

Saat ini, pihaknya akan melakukan advokasi semaksimal mungkin agar para nelayan dapat dipulangkan. Informasi yang diperoleh, kelima nelayan ini masih ditahan di Langkawi, Malaysia.

“Langkah kami yaitu memberitahu kepada Pemerintah Aceh, KKP, ALRI, Polair dan KBRI, lewat surat dari Panglima Laot Aceh,” tambahnya. [jp]

Loading...