KPK Geledah Kantor Dinpend dan Dinkes Aceh

KPK Sita Dokumen Proyek di Dinkes Rp 1,15 Triliun

Redaksi - habadaily
11 Jul 2018, 15:45 WIB
KPK Sita Dokumen Proyek di Dinkes Rp 1,15 Triliun

HABADAILY.COM – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeladah kantor Dinas Pendidikan (Dinpend) dan Kesehatan (Dinkes) Aceh, Rabu (11/7/2018). Sebelumnya KPK juga telah menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dan Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Aceh kemarin dan menyita sejumlah dokumen.

Penggeledahan ini lanjutan untuk melengkapi berkas atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan permintaan fee Dana Otonomi Khusus (otsus) Aceh 2018 yang menyeret Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah Ahmadi dan dua tersangka lainnya.

Pantauan habadaily.com, sejak pukul 10.00 WIB penyidik KPK melakukan penggeledahan Dinpend dan Dinkes Aceh. Bahkan ruang kerja Kepala Dinpend Aceh sempat disegel oleh penyidik KPK. Penyidik KPK juga sempat menggeledah kantor B Dinpend Aceh.

Penggeledahan selesai dilakukan oleh penyidik KPK sekira pukul  13.40 WIB. Ada empat mobil keluar dari kantor B Dinpend Aceh. Ada sejumlah dokumen tambak diangkut oleh penyidik menggunakan mobil tersebut yang dikewal ketat oleh personel Satuan Brimob Polda Aceh.

Kepala Dinpend Aceh, Syaridin membenarkan ada penggeledahan di kantornya. Namun dia mengaku tidak mengetahui secara detail karena sedang berada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Saya sedang mengikuti kegiatan di Kementerian PK di Jakarta, saya dikabari iya,” kata Syaridin melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu Juru Bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan penyidik KPK menggeledah beberapa kantor dinas di Aceh. Di antaranya kantor Dinpend dan Dinkes Aceh sejak tadi pukul 10.00 WIB. Ada sejumlah dokumen-dokumen proyek telah diamankan.

“Sejauh ini ditemukan dokumen-dokumen proyek  seperti dokumen pelaksanaan anggaran  Dinas Kesehatan Aceh dengan nilai Rp 1,15 triliun,” ungkap Febri Diansyah melalui WhatsApp.

Namun Febri tidak menjelaskan secara detail dokumen-dokumen tersebut. Namun KPK saat ini sedang menangani kasus suap Dana Otonomi Khusus (DOK) tahun 2018 yang melibatkan Irwandi Yusuf dan Ahmadi dan dua tersangka lainnya. Keempat tersangka tersebut sudah ditahan oleh KPK sejak seminggu lalu.

Kata Febri, penyidik KPK saat ini terus menemukan bukti-bukti yang menguatkan tentang dugaan suao terkait dengan alokasi anggaran DOK Aceh tahun 2018.

“Kita telah menemukan bukti-bukti yang semakin menguatkan,” tukasnya.[acl]

Loading...