Seorang Pejabat di Bireuen Masuk DPO Polda Aceh

Redaksi - habadaily
10 Jul 2018, 19:52 WIB
Seorang Pejabat di Bireuen Masuk DPO Polda Aceh Ilustrasi

HABADAILY.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menetapkan seorang pejabat di Kabupaten Bireuen dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), terkait  kasus kredit fiktif pada Bank Mandiri Bireuen yang sudah diungkap polisi sejakl Maret 2016.

Penetapan DPO terhadap pejabat bernama, Jamaluddin, setelah yang bersangkutan tidak mengindahkan panggilan penyidik paska ditetapkan sebagai tersangka pada Februari 2018. “Sejak itu pula, Jamaluddin kita masukkan DPO Polda Aceh,” kata AKP Misyanto, seorang penyidik Subdit Tipikor Polda Aceh, di Banda Aceh, Selasa (10/07/2018).

Misyanto menjelaskan, tersangka Jamaluddin merupakan salah seorang  dari  beberapa orang PNS di lingkungan Pemkab Bireuen yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kredit fiktif di Bank Mandiri Bireuen tahun 2013-2014 senilai Rp 18,5 miliar.

“Pada saat pemeriksaan sebagai saksi, Jamaluddin masih kooperatif dengan panggilan penyidik. Setelah jadi tersangka, mulai tidak mengindahkan panggilan,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, tambahnya, tersangka berperan banyak untuk memanipulasi data guna mencairkan kredit fiktif  bagi PNS di lingkungan Pemkab Bireuen.Dalam kasus ini penyidik juga sudah menyita 36 sertifikat tanah dan sejumlah mobil.

“Dengan bukti tersebut, sehingga Jamaluddin ditetapkan tersangka bersama sejumlah PNS lainnya. Sebelumnya kita juga udah melimpahkan sejumlah tersangka ke kejaksaan,” jelas Misyanto.

Polisi mengungkap kasus kredit fiktif Bank Mandiri senilai Rp 18,5 miliar tersebut sejak tahun 2016. Kredit ini terjadi pada tahun 2013-2014 dengan 113 debitur, yang mereka semua seolah sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Bireuen.

Namun hasil penyelidikan, dari 113 debitur hanya 22 yang murni PNS selebihnya dipalsukan datanya menjadi PNS di berbagai dinas dan badan. Dalam kasus ini, sebelumnya penyidik Polda juga sudah melimpahkan lima tersangka ke kejaksaan untuk tahap penuntutan (sidang).

Kelimanya adalah Muhammad Diki, Cut Malem, Mauri Safitri, Ruhniyanti, dan Saiful Bahri. Empat dari lima tersangka yang sudah dilimpah merupakan mantan karyawan Bank Mandiri Cabang Bireuen. Polisi kemudian kembali menetapkan sejumlah tersangka baru, termasuk Jamaluddin yang kini masuk DPO Polda Aceh. [jp]

Loading...