Kejati, Polda dan MaTA Siap Berbagi Data Penanganan Korupsi di Aceh

Redaksi - habadaily
10 Jul 2018, 18:37 WIB
Kejati, Polda dan MaTA Siap Berbagi Data Penanganan Korupsi di Aceh Acara forum akuntabilitas publik antara organisasi masyarakat sipil dan apara penegak hukum yang diselenggarakan ICW dan MaTA di salah satu hotel di Banda Aceh, Selasa (10/07/2018) | Redaksi

HABADAILY.COM – Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Penyidik Subdit Tipikor Polda Aceh siap berbagi data penanganan dugaan tindak pidana korupsi yang ditangani kedua lembaga penegah hukum di Aceh itu, dengan Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA).    

Kesepakatan itu disampaikan oleh masing-masing pihak dalam forum akuntabilitas publik antara organisasi masyarakat sipil dan apara penegak hukum yang diselenggarakan ICW dan MaTA di salah satu hotel di Banda Aceh, Selasa (10/07/2018).

Dari pihak penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Aceh dihadiri langsung oleh Asisten Pidana Khusus (Aspidsus), Rahmadsyah bersama dua stafnya. Sementara dari Subdit Tipikor Polda Aceh dihadiri oleh penyidik AKP Misyanto bersama seorang penyidik lainnya.

Aspidsus Kejati Aceh Rahmadsyah menyatakan, pihaknya tidak keberatan memberikan data akurat terkait penanganan korupsi di Aceh yang ditangani lembaganya, kecuali data terkait kasus yang masih dalam pengumpulan data dan penyelidikan. Sebab, sebuah kasus dalam penyelidikan belum resmi jadi kasus sebelum ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Data kasus dugaan tindak pidana korupsi di tingkap penyidikan dan penuntutan siap kita sharing dengan teman-teman MaTA. Begitu juga dengan data kerugian negara dan keuangan negara yang sudah dan akan disita dari seorang terpidana yang sudah berkukatan hukum tetap,” kata Rahmadsyah yang Iqbal seorang penyidik di Pidsus Kejati Aceh.

Kesiapan pihak Pidsus Kejati Aceh ini, disampaikan setelah menelaah data indikasi korupsi yang disajikan MaTA dalam forum tersebut. Sebelumnya, Koordinator MaTA Alfian dan Kepala Divisi (Kadiv)  Monitoring Korupsi dan Peradilan Baihaqi memaparkan sejumlah kasus dugaan korupsi, termasuk kerugian negara yang ditangani penegak hukum di Aceh.

Menyikapi data MaTA, Penyidik Subdit Tipikor Polda Aceh, AKP Misyanto juga menyatakan kesiapan lembaganya. Kata Misianto, penyidik Subdit Tipikor juga siap berbagi data kasus yang ditangani terutama yang sudah diserahkan ke Kejaksaan (P-21). “Dengan demikian, data antara MaTA, Polda dan kejaksaan mejadi sama,” ujar Misyanto.

Sikap keterbukaan kedua lembaga penegak hukum di Aceh tersebut, disambut baik Koordintor MaTA Alfian. Dan, kesepakatan berbagi data tersebut akan mereka paparkan bersama pada pertemuan lanjutan forum ini ,pada Kamis 12 Juli 2018.

Sementara dari perwakilan media yang turut diundang dalam acara ini, hanya kembali menegaskan kepada penyidik Subdit Pidsus Polda dan Pidsus Kejati Aceh, untuk lebih terbuka kepada  media (insan pers) terkait  informasi kasus korupsi yang ditangani. [jp]    

Loading...