Diduga Ada Peserta Panwaslu Desa Lulus Tak Ikut Tes

Redaksi - habadaily
11 Jun 2018, 14:49 WIB
Diduga Ada Peserta Panwaslu Desa Lulus Tak Ikut Tes Foto by Telusur.co.id

HABADAILY.COM – Rekrutmen anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) tingkat desa dinilai penuh intrik dan berbau nepotisme. Sehingga sejumlah peserta yang tidak lulus kecewa, karena dinilai yang lulus justu tidak berkopeten.

"Panitia seleksi tidak fair, saudara panitia lulus. Sementara kami yang tak ada beking tak lulus," kata Afrizal, salah seorang peserta warga Gampong Jangka Alue U, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Minggu (10/6/2018).

Afrizal menuding panitia seleksi tidak profesional. Saat tes tulis dan wawancara banyak peseta yang tidak mampu menjawab, namun anehnya mereka yang diluluskan.

Bahkan, Afrizal sendiri menyebutkan sempat mempertanyakan mekanisme tes yang dibuat oleh penitia seleksi. Namun jawaban yang diberikan tidak menggambarka penilaian yang adil untuk peserta yang mengikuti tes.

"Wate tatanyong bak nilai tes pu hanseb nilai sehingga hana lewat. Hana dituoh jelaskan awak Panwascam (Ketika kita tanya kenapa gak lulus, gak bisa dijawab oleh Panwascam)," jelas Afrizal 

Ia juga menyebutkan ada beberapa orang sudah mampu dan pernah menjadi anggota Panwaslu desa sebelumnya, namun tidak lulus dikarenakan tidak mempunyai beking di Panwascam Jangka.

Hal senada juga disampaikan Musri warga desa Bugak Krueng. Dirinya mengaku kecewa terhadap Panwaslu Kecamatan Jangka. Dimana dalam penerimaan Panwaslu Desa sejumlah tes yang dibuat hanya terkesan seperti formalitas.

Ia mengungkapkan seperti tes baca Al-Qur'an ada peserta tes  tidak bisa membaca Al-Qur'an bisa lulus. Bahkan yang lebih aneh lagi ada yang tidak ikut tes seperti salah seorang peserta bernama Mustafa dari Pulo Blang tidak mengikuti tes disaat pengumuman diluluskan.

"Yang lebih parah lagi, ada yang menjabat sebagai KPPS di sekretariat gampong juga diluluskan jadi Panwaslu desa. Secara aturan ini tidak bisa," protes Musri.

Musri berharap kepada anggota Banwaslu Kabupaten Bireuen agar dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Panwascam Kecamatan Jangka. Agar dikemudian hari proses pelaksanaan pemilu di Kecamatan Jangka dapat berlangsung dengan jujur dan adil.

Sementara itu Ketua Panwascam Jangka Muzani saat dikonfirmasi membantah perihal informasi dirinya meluluskan saudara mereka.

"Itu informasi salah. Tidak benar saya meluluskan saudara," jelas Muzani.

Ia menjelaskan dalam tahapan tes, pihaknya melaksanakan dua tes yaitu tes tulis dan tes wawancara. Masing-masing tes tersebut mempunyai mekanisme tersendiri.

"Kalau tidak percaya boleh menemui saya di kantor besok biar saya jelaskan," kata Muzani lagi.

Saat ditanya ada peserta tes yang tidak mengikuti ujian dinyatakan lulus. Lagi-lagi Muzani membantah informasi tersebut. Begitu juga ada anggota KPSS di Gampong diluluskan. Ia menjelaskan  sampai saat ini pihaknya belum menemukan komplain dari peserta.

"Tidak benar itu. Pada saat tes kami bertiga yang melakukan tes. Tes Al-Qur'an itu urusan Tgk Ilham," kata Muzani.[acl]

Mag : Fajrizal

Loading...