Tersangka Buang Sabu ke Laut Saat Dibekuk

Redaksi - habadaily
10 Jun 2018, 10:44 WIB
Tersangka Buang Sabu ke Laut Saat Dibekuk

HABADAILY.COM - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri mengungkap sindikat narkoba jaringan internasional Malaysia-Batam-Aceh, Sabtu (9/6/2018).

Menariknya, dari belasan tersangka yang ditangkap, dua tersangka diantaranya adalah warga Aceh Timur yakni FK dan AR. Keduanya ditangkap tim gabungan setelah sempat membuang barang bukti puluhan kilogram sabu ke laut.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar mengatakan, keduanya ditangkap Jumat (8/6/2018) sore lalu sekira pukul 17.00 WIB di perairan laut Selat Malaka, tepatnya sekitar 10 mil yang masuk wilayah Idi Rayeuk, Aceh Timur.

"Berdasarkan informasi yang kita terima dari Dir Resnarkoba Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito yang siang tadi juga ikut dalam rilis Mabes Polri di Langsa, diamankan berupa sabu sebanyak 50 kilogram yang terbungkus plastik teh Cina bertujuan Guanyinwang," kata Kombes Pol Misbahul Munauwar, Minggu (10/6/2018) dini hari.

Kabid Humas menjelaskan, pada awal bulan Juni lalu tim gabungan memperoleh informasi tentang akan masuknya sabu jaringan Malaysia-Aceh melalui perairan Selat Malaka dengan tujuan daerah Idi Rayeuk, Aceh Timur. Atas informasi itu, tim kemudian memantau jalur laut menggunakan dua buah kapal milik bea cukai serta melakukan penyelidikan.

Jumat sore (8/6/2018) sekira pukul 16.00 WIB tim yang menggunakan 2 kapal menemukan target menggunakan kapal ikan di lokasi. Tersangka pun menghindar dan langsung membuang barang bukti sabu ke laut. Mengetahui hal ini, tim menangkap keduanya dan berupaya menyelamatkan barang bukti yang dibuang.

Tersangka pun saat ini masih diamankan polisi untuk nantinya dilakukan pengembangan. Rencananya, seluruh tersangka dan barang bukti akan dibawa ke Mabes Polri untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satgas NIC Dit Tipid Narkoba Bareskrim Polri menyita 99 kilogram sabu dan 20.000 pil Happy Five di Aceh dan Batam. Barang bukti ini diamankan dari pengungkapan narkotika jaringan Malaysia, Batam dan Aceh.

"Barang bukti narkoba 100 kilogram, sabunya seberat 99 kilogram dan sisanya adalah pil Happy Five sebanyak 20 ribu butir. Jaringannya Malaysia-Batam-Aceh," ujar Direktur Tipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Daniyanto saat dikonfirmasi.

Dijelaskan, Satgas NIC yang dipimpin AKBP Gembong Yudha sebelumnya melakukan penyelidikan selama satu bulan dan ada 9 tersangka ditangkap dari 4 lokasi sejak 30 Mei lalu.

Pengungkapan barang haram ini berawal di Bintan, Tanjung Pinang, Batam, Rabu (30/5/2018) lalu dan berlanjut ke wilayah Aceh Timur. Di Aceh Timur, tim melakukan operasi di 3 titik berbeda yakni di perairan Idi Rayeuk dan dusun di Idi Rayeuk pada 3 hingga 8 Juni kemarin.

"Pertama di Batam kita amankan 8 kilogram sabu dan 3 tersangka. Dari situ tim melakukan pengembangan sampai akhirnya di perairan Aceh Timur, Idi Rayeuk, kita amankan lagi 3 tersangka dengan 11 kilogram sabu, Minggu (3/6/2018) minggu lalu sekira pukul 16.00 WIB," ungkapnya.

Senin (4/6/2018) sekira pukul 09.15 WIB, satu tersangka kembali ditangkap dengan barang bukti 30 kilogram sabu dan 20 ribu Happy Five di Dusun Blang Mee Seueubok Rambong, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

"Kita periksa terus tersangka-tersangka yang sudah diamankan sampai akhirnya kemarin, Jumat (8/6/2018) pukul 18.30 WIB, kita temukan 50 kilogram sabu dalam boat," jelas Eko.

Para tersangka dan seluruh barang bukti diamankan sementara di Mapolres Langsa dan Aceh Timur sebelum nantinya dibawa ke Jakarta untuk kepentingan penyidikan.

Tim juga menangkap 3 pengendali penyelundupan 99 kilogram sabu dan 20.000 pil Happy Five dari Penang, Malaysia ke Batam dan Aceh yang berinisial AH alias H, RM alias Y serta M alias B. Sebelumnya, sebanyak 9 orang anggota sindikat juga terlebih dulu ditangkap.

Pengungkapan sindikat narkotika jaringan internasional ini dilakukan Satgas Narcotics Investigation Center (NIC) Dit Tipid Narkoba Bareskrim Polri yang dipimpin oleh AKBP Gembong Yudha.

"Total tersangka yang sudah diamankan hari ini ada 12 orang. Yang 3 orang di Batam sudah saya kirim ke Jakarta. Kemarin sebelum akan kita ekspose, 6 tersangka di Aceh sudah ditangkap. Pagi tadi kami tangkap 3 lagi yang mengatur pengiriman barang," ujar Direktur Tipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Daniyanto.

"Jadi yang tertangkap itu bisa dikatakan bosnya para kurir. Ketiga tersangka ditangkap jam 04.00 WIB dan 11.00 WIB tadi," kata jenderal bintang satu ini.

Dijelaskannya, ketiga tersangka tersebut adalah orang yang berhubungan dengan bandar narkoba di Malaysia. Mereka juga yang merekrut para anak buah kapal (ABK) untuk dijadikan kurir barang haram itu.

"Yang ditangkap hari ini yang punya link ke Malaysia, yang siapin kapal, dia rekrut ABK, dia modalin berangkat kesana. Setelah dapat barangnya, dia jual lagi ke pemesan," jelas mantan Kapolresta Banda Aceh ini.

Sebelumnya, tim menangkap AW, EC dan AR dengan barang bukti 8 kilogram sabu di Bintan, Tanjung Pinang, Batam, pada 30 Mei lalu. Setelah dilakukan pengembangan, polisi kembali menangkap tersangka lain yakni I alias H, M alias R dan M alias T dengan barang bukyi 11 kilogram sabu di perairan Idi Rayeuk, Aceh Timur, Minggu (3/6/2018).

Pengembangan kasus berlanjut keesokan harinya (4/6), dimana Satgas NIC menangkap R alias M dengan 30 kilogram sabu dan 20.000 butir Happy Five di Dusun Blang Mee, Seuneubok, Idi Rayeuk, Aceh Timur. Kemudian F alias A dengan barang bukti 50 kilogram sabu di perairan Idi Rayeuk, Jumat (8/6/2018).[acl]

Mag : HFZ

Loading...