DATA BMKG 30 Juli 2021

Besok, 10 Pelanggar Syariah akan Dicambuk Sesuai Qanun

Besok, 10 Pelanggar Syariah akan Dicambuk Sesuai Qanun

Ilusrasi: Pelaksaan cambuk di depan umum | Dok Habadaily.com

HABADAILY.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh bersama Polisi Wilayatul Hisbah (WH) setempat akan mengeksekusi cambuk 10 terpidana kasus pelanggaran syariah. Pelaksaannya masih merujuk pada Qanun Jinayah bukan pada Peraturan Gubernur (Pergub).

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman kepada wartawan usai memberi sambutan pada acara penyampaian penjelasan dan penyerahan resmi sejumlah Rancangan Qanun (Raqan) di aula gedung DPRK Banda Aceh, Rabu (18/04/2018).

“Besok ada pelaksanaan cambuk bagi 10 orang pelanggar syariah di Kota Banda Aceh,” demikian kata Aminullah Usman ketika disinggung soal Pergub No.5/2018 tentang pelaksaan uqubat cambuk dari Gubernur Aceh yang menyebut  pelaksanaannya berlangsung di dalam Lapas.

Menurut Aminullah, pelaksaan cambuk ke-10 terpidana itu akan digelar sesuai anjuran Qanun Jinayah, bukan aturan Pergub yang kini tengah diperbicangkan.  Pihaknya, kata Aminullah, sudah mengonfirmasi ke Menkum HAM, bahwa eksekusi cambuk di Lapas sesui isi Pergub belum bisa dijalankan.

“Saya sudah konfirmasi ke Menkum HAM. Pergub tentang pelaksanaan cambuk di dalam Lapas belum bisa dilaksanakan.  Namun jadwal dan lokasi pasti cambuk yang digelar besok itu, saya belum bisa menjelaskan karena belum dapat informasi,” ujarnya.

Kasipidum Kejari Banda Aceh, Ricky membenarkan adanya sejumlah pelanggar syariah di Banda Aceh yang akan segera dicambuk. Namun sejauh ini, jumlahnya baru delapan orang (bukan 10-red). Sedangkan sebagian lainnya masih dalam proses penuntutan (sidang) di Mahkamah Syariah.

“Benar yang dikatakan pak Aminullah. Rencananya kita gelar besok, 19 April 2018. Namun mungkin belum dapat terkejar sebab masih ada pelanggar yang di sidang. Bisa jadi mungkin kita geser ke hari Jum’at , 20 April 2018, tempatnya juga belum ada konfirmasi. Kita menunggu kesiapan WH saja,” kata Rikcy.

Seperti diketahui, Gubernur Aceh telah menerbitkan Pergub No. 5 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Hukum Acara Jinayat.  Pada Pasal 30 ayat (3) Pergub menyebutkan, “tempat terbuka sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertempat di Lembaga Pemasyarakatan/Rutan/Cabang Rutan”.

Sementara dalam Qanun No. 7 Tahun 2013 Tentang Hukum Acara Jinayat dijelaskan pada Pasal 262 ayat (1) yakni  “Uqubat cambuk dilaksanakan di suatu tempat terbuka dan dapat dilihat oleh orang yang hadir”. [jp]

Komentar
Terbaru