Angka Penyakit Paru Jenis TB Masih Tinggi di Aceh

Rilis - habadaily
06 Mei 2016, 14:45 WIB
Angka Penyakit Paru Jenis TB Masih Tinggi di Aceh Ilustrasi

HABADAILY.COM --  Penyakit paru-paru dan bagian pernafasan atau sejenisinya masih kerap dialami oleh masyarakat Aceh, bahkan prevalensi penyakit ini dinilai masih tinggi. Masyarakat dihimbau untuk mencegah sebelum masuk ke proses pengobatan.

Demikian disampaikan Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Aceh, Dermawan pada Konferensi Kerja XV Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Kamis  (05/05/2016).

 “Jenis penyakit paru yang masih banyak ditemukan di Aceh adalah tuberculosa atau TB. Untuk mendukung upaya menurunkan prevalensi penyakit ini, kalangan rumah sakit dan para ahli Pulmonologi untuk meningkatkan proses kuratif bagi para pasien," ujar gubernur.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit paru, salah satunya, kata gubernur, dengan mengurangi kebiasaan merokok. Apalagi diketahui kalau Indonesia khususnya Aceh merupakan salah satu pengguna rokok aktif yang angkanya tinggi.

Dalam kegiatan bertema Peran Pendidikan Spesialis Paru Dalam Menghadapi Tantangan Problematika Kesehatan Global itu, pemerintah melalui RSUD Zainoel Abidin melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama (MoU) dengan RSUP Persahabatan Jakarta untuk meningkatkan upaya pengobatan terhadap penyakit paru dan saluran pernafasan di Aceh.

RSUP Persahabatan diketahui memiliki pengalaman cukup baik dalam penanganan penderita paru dan pernafasan. "Pengalaman itu kami harapkan dapat dibagi dan diterapkan di RS Zainoel Abidin, sehingga upaya untuk menurunkan prevalensi penyakit paru di Aceh berjalan dengan baik. Selain peningkatan langkah kuratif, tentu saja sosialisasi tentang gaya hidup sehat harus terus kita tingkatkan," ujar gubernur.

Dalam waktu dekat, di Unsyiah juga akan dibuka jurusan pendidikan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi di Fakultas Kedokteran Unsyiah. Kehadiran jurusan baru itu, kata gubernur, diharapkan dapat semakin memberikan kontribusi bagi penurunan prevalensi penyakit paru dan pernafasan di Aceh.

Gubernur Zaini berharap, pertemuan para dokter paru tersebut bisa menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi perkembangan dunia medis di tanah air.

Sementara Ketua Panitia Konferensi, dr. Teuku Zulfikar, Sp, P(K), menyebutkan  acara tersebut akan mengupas berbagai hal di bidang pulmonologi dan kedokteran respirasi yang dikemas dalam bentuk workshop, simposium dan presentasi poster. "Nanti juga ada pameran alat kesehatan dan farmasi teknologi terkini," ujar Zulfikar.

Zulfikar menyebutkan, pelaksanaan workshop dan simposium dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian para peserta dalam ilmu paru dan pernafasan. Ia menambahkan para peserta berjumlah 520 orang.

Sebanyak 370 orang adalah peserta simposium, dan 150 lainnya adalah peserta workshop yang terdiri dari workshop medical education, workshop USG Thoraks, workshop onkologi, workshop bronchoscopy, workshop pneumonia, dan workshop terapi inhalasi.

Para peserta yang datang dari seluruh Indonesia juga akan diajak untuk mengunjungi beberapa objek wisata di Banda Aceh seperti PLTD Apung, kuburan massal tsunami dan Museum Tsunami. Di hari terakhir mereka juga akan mengunjungi pulau Sabang. [jp]

Loading...