DATA BMKG 24 Agustus 2019

BAZNAS Palangka Raya Belajar Pengelolaan Zakat ke Banda Aceh

BAZNAS Palangka Raya Belajar Pengelolaan Zakat ke Banda Aceh

Kepala Baitul Mal Kota Banda Aceh, Tgk Safwani Zainun sedang member penjelasan kepada rombongan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Palangka Raya, Dalam kunjungan Studi Banding Manajemen dan Kelembagaan Zakat ke Baitul Mal Kota Banda Aceh, Selasa (03/05/2016) di Aula Abu Bakar As Siddiq. | Foto: Dok/SOSPEM BMK

HABADAILY.COM - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah berkunjung ke Baitul Mal Kota Banda Aceh, Selasa (03/05/2016). Kunjungan tersebut dalam rangka belajar tentang pengelolaan Zakat di kota Banda Aceh.

Rombongan studi banding itu dipimpin langsung Ketua Umum Baznas Kota Palangka Raya, Drs. H. Supriyanto turut bersama Sekretaris H. Muhdianor Hadi, S.Ag. Kedatangan rombongan disambut hangat Kepala Baitul Mal kota Banda Aceh, Tengku Safwani Zainun bersama sejumlah Kepala Bidang dan para pejabat di jajaran Sekretariat.

Kepala Baitul Mal Kota Banda Aceh, Tengku Safwani Zainun menjelaskan, sebagai peraih nomor tiga nasional dalam manajemen zakat terbaik tahun 2015 lalu. Baitul Mal Kota terus berupaya meningkatkan penerimaan zakat dalam bidang Usaha dan jasa, karena sektor ini belum tergarap secara totalitas dan sistemik.

“Kewajiban berzakat di kota Banda Aceh, selain butuh kesadaran personal dari setiap muslim, juga diperlukan dukungan regulasi dari pemerintah setempat, dan inilah upaya kami selama ini” ujar Tengku Safwani disela-sela pertemuan dengan Rombongan Baznas Palangka Raya.

Safwani juga memaparkan, di Baitul Mal Kota Banda Aceh Aceh ada empat unsur dalam mengelola harta agama yaitu, Badan Pelaksana, Dewan Pengawas dan Sekretariat serta penyuluh Zakat. Keempat unsur ini, kata Safwani meskipun memiliki peran masing-masing. Namun tetap dalam satu bingkai kesatuan yang saling terikat dan terkait.

Safwani turut menjelaskan bahwa, dalam program pendistibusian, Baitul Mal Kota Banda Aceh ada sejumlah progam unggulan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan para mustahiq.

“Setiap tahun kita bangun dan rehab puluhan rumah fakir miskin di Banda Aceh, membantu modal usaha produktif, santunan fakir uzur, beasiswa kepada anak fakir-miskin,” papar Tengku Safwani.

Safwani melanjutkan, zakat di Aceh masuk ke dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) artinya pemerintah berperan penuh dalam pengelolaan zakat. Pendapatan zakat setiap tahun semakin meningkat, apalagi ditambah dengan dana infaq yang juga lebih besar dari dana zakat.

Pertemuan sekitar dua jam di Aula Abu Bakar As-Sidiq di Sekretariat Baitul Mal Banda Aceh kemarin, ada banyak hal yang ingin dicontohi, khususnya dalam manajemen zakat di Baitul Mal Banda Aceh yang dianggap sukses beberapa waktu lalu meraih Zakat Award Nasional kategori manajemen dan kelembagaan terbaik peringkat III. [din]

Komentar
Baca Juga
Terbaru