DATA BMKG 24 Agustus 2019

25 Lembaga Termasuk Flower Aceh Kembali Beraksi untuk Yuyun

25 Lembaga Termasuk Flower Aceh Kembali Beraksi untuk Yuyun

HABADAILY.COM - Sebanyak 25 lembaga di Sumatera termasuk Flower Aceh, Selasa (03/05/2016) kembali beraksi atas meninggalanya Yuyun (14 tahun) yang diperkosa oleh 14 remaja di Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong – Bengkulu. 

Selain ke-25 lembaga ini juga turut didukung oleh 41 individu yang sangat prihatin atas kasus yang membuat Yuyun meninggal dunia. Aksi bertema “Nyalakan Caha Untuk Yuyun” tersebut disampaikan lewat siaran pers bersama yang turut diterima redaksi Habadaily.com di Banda Aceh, Selasa (03/05/2016).   

Ke-25 lembaga tersebut adalah Konsorsium PERMAMPU (Flower Aceh – Aceh, PESADA – SUMUT, PPSW Sumatera – Riau, LP2M – SUMBAR, APM – Jambi, Cahaya Perempuan WCC, WCC Palembang – SUMSEL, Damar – Lampung). 

Selanjutnya, Yayasan PUPA, Sekolah Gender, LK3 Sehati, Pigura, Bengkulu Muda Kreatif, COSMIP, PMKRI Cabang Bengkulu, KPI Wilayah Bengkulu, FKPAR Propinsi Aceh, FKPAR Propinsi SUMUT, FKPAR Propinsi Riau, FKPAR Propinsi SUMBAR.

FKPAR Propinsi Jambi, FKPAR Propinsi Bengkulu, FKPAR Propinsi SUMSEL, FKPAR Propinsi Lampung, Forum Perempuan Muda Rejang Lebong, Forum Perempuan Muda Kota Bengkulu, Lentera Muda Desa Sumber Urip, PKBI Bengkulu, PKBI Jambi, CCRR Bengkulu, LBH Respublika Bengkulu dan Ikatan Konselor Indonesia Cabang Bengkulu. 

Dalam aksi, mereka terus menuntut pemerintah untuk segera membentuk tim penanganan khusus untuk pemulihan psikis dan sosial dan dampingan hukum untuk keluarga korban yang melibatkan para pihak.  Pemerintah Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi di Bengkulu juga harus menjamin keamanan dan perlindungan bagi keluarga, teman korban, saksi dan pendamping. 

Pemerintah Kabupaten/Kota/Provinsi di Bengkulu juga didesak segera merancang dan menjalankan program pendidikan dan penyadaran tentang Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) bagi perempuan, perempuan muda/remaja, laki-laki muda/remaja, suami/ayah sebagai program prioritas.

Seperti diketahu belumnya kejadian pemerkosaan dan pembunuhan sadis tersebut, berawal saat 14 pelaku berpesta minuman keras jenis tuak. Minuman tersebut di salah satu warung di Desa Kasie Kasubun.

Yuyun yang merupakan ABG berusia 14 tahun asal Bengkulu yang baru pulang dan masih mengenakan seragam SMP melintas di area para pelaku yang sedang bermabuk-mabukan tersebut. Melihat ABG itu melintas, para pelaku langsung memerkosa dan membunuh serta membuang jasadnya ke jurang sedalam lima meter.

Para pelaku saat ini sedang menjalani proses hukum dengan ancaman masing-masing 15 tahun penjara di pengadilan negeri setempat. [jp]

Komentar
Baca Juga
Terbaru