DATA BMKG 03 April 2020

Sarifah, Sang Pecinta Kucing

Sarifah, Sang Pecinta Kucing

HABADAILY.COM – Kucing hewan yang menggemaskan bila bersih dan sehat menjadi hewan peliharaan. Namun bagaimana dengan kucing liar yang dekil, kotor dan bahkan bau busuk.

Pastinya, kucing-kucing liar ini yang baud an menjijikkan banyak ditelantarkan oleh banyak orang. Padahal kucing-kucing itu juga butuh makan dan tempat hidup yang layak dan bahkan bisa menjadi teman bermain saat melepaskan penat di akhir pekan.

Namun, berbeda hal cara pandang Sarifah Rangkuti (49), ia justru jatuh cinta terhadap kucing-kucing liar yang ditelantarkan. Ia merasa kasihan melihat kucing-kucing itu kurus tak ada makanan. Lantas, ia pun memutuskan untuk mengambil kucing-kucing liar itu untuk dipelihara.

Sekarang ada 16 kucing peliharaan di rumahnya, tiga diantaranya merupakan kucing yang ia pelihara sebelumnya. Kusing-kucing itu sekarang sudah tumbuh sehat dan bersih di pekarangan rumahnya di Tungkop, Kabupaten Aceh Besar.

Ia kumpulkan kucing-kucing liar berawal enam tahun yang lalu, sejak ia pindah dari Medan ke Banda Aceh. Ia melihat banyak kucing liar yang mencari makan sendiri tanpa ada yang memelihara. “Kasian gitu lihatnya, kucingnya kurus-kurus gitu,” kata Sarifah Tangkuti pada Habadaily.com, Rabu (20/04/2016).

Sekarang Sarifah memiliki pekerjaan tambahan memberikan makan puluhan kucing-kucing tersebut. Ia pun harus merogohkan kocek lebih untuk sekedar membelikan makanan kucing, seperti ikan tongkol atau makanan lainnya.

Sarifah pun tidak semberangan memberikan makan kucing-kucing peliharaanya. Agar kucing tersebut tetap sehat, ia selalu menjaga kebersihannya, seperti meletakkan makanan kucing itu dalam baskom yang bersih.

Niat tulus dan baikya menyelamatkan kucing dari kelaparan di jalanan tidak selalu berjalan mulus. Ada saja tantangan yang dihadapinya. Bahkan ia acap kali mendapat cemoohan dari tetangga.

Kadang kala tetangganya komplain mengenai kucing-kucing yang suka buang hajat sembarang tempat. “Kadang malah dimarahin sama tetangga, katanya kucing-kucingnya buang kotoran sembarangan, ada yang bilang katanya di buah asem yang lagi di jemur, namanya juga hewan diakan enggak ngerti,” jelasnya.

Kendati demikian, tidak membuat ia putus asa untuk memelihari kucing-kucing tersebut. Ia tetap saja bila mendapati kucing yang sakit atau ditelantarkan akan diambil dan dibawa pulang ke rumahnya untuk dirawat.[acl]

Komentar
Terbaru