DATA BMKG 01 Juni 2020
Wujudkan Banda Aceh Smart City

Pegiat IT Diharapkan Temukan Inovasi

Pegiat IT Diharapkan Temukan Inovasi

Mewujudkan Banda Aceh Smart City,Pegiat IT Diharapkan Temukan Inovasi | HABADAILY.COM@A H FIRSAWAN

HABADAILY.COM - Mewujudkan Banda Aceh Smart City, pemerintah membutuhkan dukungan dari komunitas yang bergerak di bidang informasi dan teknologi (IT). Namun, kesulitan menemukan inovasi untuk membuat sebuah aplikasi yang berguna kepada masyarakat menjadi suatu permasalahan.

Menurut Chief of Divisi Digital Business Telkom Achmad Sugiarto, sumber daya manusia di Kota Banda Aceh sudah siap untuk mendukung konsep smart city. Inovasi, kata Anto, dibuat supaya bisa digunakan oleh masyarakat sekitar.

"Teknologi dan inovasi sudah banyak tersedia di Kota Banda Aceh, tinggal kita temukan dan gerakkan saja," kata Chief of Divisi Digital Business Telkom, Achmad Sugiarto saat berbicara dalam kegiatan Banda Aceh Smart Society, Rabu (19/8/2015) sore.

Ia menuturkan, pegiat IT harus memikirkan hal yang paling bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat saat ini. Jika sudah ditemukan, tinggal dijalankan. Ia juga mengajak pegiat IT untuk melakukan hal yang berguna bagi masyarakat.

Hendri Dermawan dari Dishubkomintel Aceh dalam kegiatan itu berbagi inovasinya kepada pegiat IT yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan, aplikasi yang dibuat dengan konsep smart city membantu masyarakat dalam hal apapun, misalnya memberitahu dimana saja lokasi kos-kosan bagi masyarakat pendatang.

Setiap tahun, Banda Aceh selalu didatangi ribuan pendatang, salah satunya karena faktor pendidikan. Perguruan tinggi negeri dan swasta setiap tahun menerima ribuan mahasiswa, oleh sebab itu, mahasiswa baru yang berasal dari luar Banda Aceh, harus mencari tempat tinggal.

"Nah, kalian bisa membangun sebuah aplikasi yang memberitahukan tempat kos-kosan yang ada. Jadi pendatang yang ingin cari tempat tinggal, akan mencari di aplikasi yang kalian buat. Kalau soal pengunjung, saya yakin pasti tiap tahun ada," kata Hendri.

Sementara itu, pegiat IT senior Fakhrullah Maulana menyebutkan, konsep smart city juga membutuhkan pikiran masyarakat agar sebuah aplikasi cerdas bisa diciptakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ia mengharapkan pemerintah membangun sebuah tempat yang menjadi pusat berkumpul bagi pemerintah, komunitas, industri, dan masyarakat yang digunakan sebagai tempat untuk membahas dan menghasilkan solusi cepat dari keluhan masyarakat.(D2X)

Komentar
Terbaru