DATA BMKG 01 Juni 2020

Perokok Pasif Rentan Terkena Kanker Paru

Perokok Pasif Rentan Terkena Kanker Paru

foto by nasional.tempo.co

HABADAILY.COM – Merokok sudah menjadi gaya hidup bagi mayoritas masyarakat Indonesia hingga mulai dinikmati oleh anak kecil. Kendati berbagai himbauan dan peringatan terhadap bahaya merokok sudah disosialisasikan, tetap saja perokok masih banyak.

Bahaya merokok tidak hanya terjadi pada perokok saja, namun juga mengakibatkan orang disekitarnya ikut celaka. dr M Riswan Sp. PD-KHOM-FINASIM, ahli penyakit dalam dan konsultan kanker penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) mengatakan, perokok aktif maupun pasif rentan terkena kanker.

“Untuk kanker paru, lebih besar kemungkinannya kena perokok pasif dari pada perokok aktif. Kalau orang merokok masih ada filter dirokoknya,tapi kalau perokok pasif, asap dihirup tanpa filter,” kata dr. M. Riswan Sp. PD-KHOM-FINASIM pada Jumat (7/8/2015) di ruang kerjanya.

Dalam rokok terdapat zat yang bernama karsinogenik, yaitu zat yang menyebabkan kanker. Resiko perokok untuk terkena kanker seperti kanker rahim, payudara, dan penyakit jantung lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok. Namun, pada kanker paru-paru, perokok pasif lebih besar kemungkinannya.

“Jadi makanya kalau suami merokok, lebih besar kemungkinan istrinya terkena kanker paru-paru. Kanker itu pertumbuhan sel yang abnormal, namun sel itu berkembang dengan cepat,” ujar dokter kelahiran Meureudu ini.

Dikatakan dr. Riswan, semua orang berpotensi terkena kanker. Namun, ada orang-orang yang mempunyai kemungkinan terkena kanker lebih besar seperti adanya riwayat kanker dalam keluarga. Faktor penyebab kanker lainnya ialah rokok.

Salah seorang perokok bernama Umam menyatakan, merokok sudah menjadi kebiasaan dalam rutinitasnya sehari-hari. Biasa, ia merokok setelah makan nasi. Meski kotak rokok saat ini sudah di desain dengan menampilkan penyakit yang disebabkan oleh rokok, tidak membuat orang enggan utnuk tetap mengkonsumsinya.

“Udah susah berhenti bang. Kalau nggak merokok enggak bisa. Pernah coba berhenti, tapi susah. Kalau yang ingatin tentang bahaya merokok banyak bang,” ujarnya.[acl]

Komentar
Terbaru