DATA BMKG 01 Juni 2020

Rujak Kak Yani Bikin Ketagihan

Rujak Kak Yani Bikin Ketagihan

HABADAILY.COM – Beragam buah-buahan tertata rapi di atas meja berukuran 5x3 meter. Seorang wanita berusia muda, Kak Yani (26) dengan cekatan mencincang setiap buah yang ada di meja tersebut untuk dijadikan rujak.

Cincangan beragam buah-buahan kemudian diletakkan di atas cuprok (tempat mengaduk rujak), semua cincangan buah-buahan itu diaduk dengan manisan hingga rata.

Lalu ditambah dengan cabai secukupnya sesuai dengan selera pelanggan. Tentunya tidak lupa garam dengan takaran yang telah ditentukan oleh pembuat rujak itu sendiri.

Yani sudah menggeluti pembuat rujak selama 3 tahun lebih. Rujak bikinan Yani rasanya manis dan segar. Saat bulan puasa, rujak menjadi salah satu menu favorit saat hendak berbuka.

Kudapan sehat itu terbuat dari aneka buah segar ini dicocol dengan sambal gula merah yang bisa membuat lidah Anda ketagihan. Meskipun kudapan ini hampir seantero Indonesia ada, namun ada perbedaan rujak manis Aceh dari cita rasanya.

Rujak manis Aceh memiliki cita rasa khas tersendiri, sehingga tidak heran ada banyak perbedaan rasanya dengan rujak pada umumnya. Yang membuat rujak Aceh berbeda aneka buah yang dipelgunakan aman untuk kesehatan.

Ada mitos makan rujak bisa sakit perut bahkan mencret. Namun Yani menjamin rujak bikinannya tidak menyebabkan gejala itu. Siap makan rujak miliknya, justru yang didapatkan cita rasa yang ingin kembali menikmatinya.

Ada lagi mitos siap makan rujak tidak dibolehkan minum air. Lagi-lagi sembari bergurau Yani mengatakan bila mibum air hilang cita rasa rujak di lidah. Yani mengaku semua itu mitos.

Namun Yani menyarankan agar bisa menikmati rujak manis miliknya, siap makan rujak untuk tidak minum air sementara waktu hingga cita rasa rujak di lidah hilang.

Yani membenarkan banyak pelanggannya siap menyantap rujak bikinannya tidak ingin langsung minum air. Tetapi lebih memilih menikmati sisa-sisa rasa rujak yang tertinggal di lidahnya.

“Tidak benar itu makan rujak bisa sakit perut apa lagi mencret, kecuali pedas sekali, itu bukan karena rujak, tetapi karena cabai terlalu pedas,” kata Yani pada habadaily.com, Jumat (31/7) di Banda Aceh.

Apa yang membuat rujak bikinan Yani aman dari sakit perut dan mencret? Akhirnya Yani membocorkan tips membuat rujak terhindar dari sakit tersebut. Yaitu dengan menggunakan buah rumbia dan pisang batu putik sebagai penangkal mencret.

“Buah rumbia dan pisang batu putik sebagai penangkal,” ungkapnya.

Selain itu ada buah khas lainnya yang ia campur dalam rujak manis miliknya, yaitu buah kumbang. Namun buah kumbang yang rasanya asam sekarang sudah sulit ditemukan, karena buah ini tumbuh liar di dalam hutan belantara.

Yani mengaku menghindar lebih banyak menggunakan buah-buahan yang rasanya asam, seperti nenas, buah kuini (buah seperti mangga), buah mancang atau mangga.

Tetapi Yani lebih banyak menggunakan buah-buahan seperti jambu, ketela,  mentimun, bengkuang dan sejumlah buah-buahan lainnya. Semua buah-buahan itu setelah diiris-iris kecil baru kemudian diaduk dengan bumbu sampai rata.

“Bikin rujak itu, kalau dipesan baru bikin, itu namanya rujak, bukan langsung dibikin seperti dijual selama ini. Jadi lebih rujak satu diminta beli, satu bungkus kita buat,” imbuhnya.

Yani mengaku membuat rujak lebih menjaga kualitas. Meskipun sudah bertahun-tahun membuat rujak, tetapi setelah rujak diaduk, tetap ia rasa untuk memastikan rujak itu sesuai cita rasa seperti dinginkan pelanggan.

Soal harga, Anda tidak perlu khawatir. Meskipun memiliki cita rasa yang bisa memanjakan lidah, harga tergolong murah. Satu bungkus dibandrol harga Rp 7000.

“Perbulan omzet saya antara Rp 3 juta hingga Rp 5 juta,” tukasnya.

Ingin menikmati Rujak Blang Miruk, milik Yani, silakan datang di daerah Pango, Kecamatan Ulee Kareng. Yani setiap hari dari pagi sampai sore siap menunggu pelanggan.[]

Komentar
Terbaru