DATA BMKG 27 Oktober 2020

Nahrawi Noerdin: Jejak Sukses Pencuci Tabung LPG

Nahrawi Noerdin: Jejak Sukses Pencuci Tabung LPG

Nahrawi Noerdin: Jejak Sukses Pencuci Tabung LPG

HABADAILY.COM | Namanya H Nahrawi Noerdin, namun kebanyakan orang memanggilnya Toke Awi. Berawal daritukang cuci tabung LPG, kini pria kelahiran Banda Aceh 2 Mei 1974 ini berhasilmencapai puncak kesuksesan.

Putra sulung dari lima bersaudara ini memang sejak kecil sudah diajarkan hidup disiplin dan kerja keras. Ayahnya, Alm Haji Muhammad Noerdin Soelaiman juga seorang pedagang yang disiplin.

Sementara ibunya, Alm Hajjah Faridah Noer merupakan sosok ibu rumah tangga yang penuh kasih sayang. Karena itu, sejak kelas tiga sekolah dasar, Nahrawi kecil dilatih bagaimana menjadi hidup disiplin dan giat bekerja.

Saat itu, orang tuanya berdagang minyak tanah, dan pengecer gas elpiji. Nahrawi selalu ikut orang tuanya saat mengecer minyak tanah ke kios-kios dan rumah warga.

Saat beranjak remaja, di usia 17 tahunan, ayahnya meninggal dunia.
Sepeninggal ayahnya, Nahrawi menjadi tulang punggung keluarga. Sebuah perusahaan yang diberi nama PT Loonmita Gah di kawasan Lambung, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, harus dikelolanya agar tetap bertahan untuk memenuhi kebutuhan keluarga besarnya.

Kondisi ini membuat Nahrawi harus pandai dalam membagi waktu. Ia harus sekolah dan bekerja. Saat kuliah pun dia tak jarang ikut mengecer gas.

Tsunami melanda Aceh pada 26 Desember 2004, usaha Nahrawi sempat terpuruk. Semua bersih disapu gelombang tsunami. Tidak hanya tempat usaha, keluarga intinya pun ikut terbawa gelombang tsunami dan meninggal dunia.

“Saat itu semua keluarga memang sedang berkumpul di rumah di kawasan Lambung, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Kala itu sedang persiapan ibunda yang akan masuk asrama haji,” sebut Nahrawi.

Kondisi ini membuat Nahrawi sempat trauma dan terpuruk, sehingga memilih hijrah ke Jakarta. Sekira setahun di sana, Nahrawi kembali ke Aceh dan mencoba untuk mengaktifkan kembali usaha peninggalan ayahnya dengan sisa tabungan Rp25 juta.

Kini, Nahrawi sukses memimpin bisnis rintisan orang tuanya PT Loonmita Gah, yang bergerak di bidang dealer elpiji Pertamina sejak 1980-an. PT Loonmita Gah kembali dihidupkan sebagai anak perusahaan Pasha Jaya mulai 2005.

Sejak itu, PT Loonmita Gah mendapatkan hasil yang sangat menggembirakan. Bahkan tiga tahun berturut-turut meraih penghargaan The Best Agent of LPG dari Pertamina region I. Perusahaan ini berhasil memasarkan Liquified Petroleum Gas (LPG) 12 kg lebih dari 20 ribu tabung/bulan selama tiga tahun berturut-turut. Sehingga, PT Loonmita Gah didaulat menjadi salah satu agen LPG Pertamina terbesar di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

Seiring kebijakan rayonisasi LPG yang dilakukan Pertamina, PT Pasha Jaya Group juga mendirikan tiga anak perusahaan yakni PT Nagah Beusare Jaya dan PT Noerman Group yang juga memasarkan LPG 12 kg di Aceh.

Sedangkan untuk menjalankan bisnis pemasaran LPG 3 kg di wilayah yang sama, suami Mutia Hanum ini mendirikan PT Indung Tulot Energy. Yang membanggakan, Indung Tulot Energy yang semula bernama UD Nahrawi ini, pada kuartal pertama 2011 berhasil meraih penghargaan dari Gas Domestik (Gasdom)-Pertamina sebagai 'Agen Terbaik' untuk pemasaran LPG 3 kg di Provinsi Aceh.

Ayah dari Muhammad Pasha Al Faiz, Nayra Hania Khansa dan Muhammad Pasha Athar Al-Gibran ini, kini menjabat Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) dan Gabungan Importir Seluruh Indonesia (GINSI) Aceh.

Berangkat dari kesuksesan bisnisnya di berbagai bidang usaha, pengusaha muda Aceh ini memiliki hubungan diplomasi sangat baik dengan beberapa negara tetangga. Pria yang hobi olahraga sepeda ini kini sudah memiliki sejumlah perusahaan lainnya yang tergabung dalam Pasha Jaya Group. Antara lain bergerak dalam sektor usaha jasa pengadaan/keagenan dan pengangkutan/transportir Bahan Bakar Minyak (BBM).

Perusahaan ini merupakan salah satu mitra strategis PT Pertamina (Persero) Region I untuk wilayah kerja Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Pria berusia 46 tahun ini juga terkenal dengan rasa kepedulian dan jiwa sosial yang tinggi. Ia menjadi social preneur yang memiliki dan memberikan dampak positif di bidang sosial dan ekonomi bagi rakyat banyak. 

Dengan berbekal hal tersebut, owner Cafe D’energy ini kerap membantu UKM di bidang pemasaran, dan memotivasi kaum muda untuk berbisnis.[]

PROFIL:
Nama : H Nahrawi Noerdin SE
Tempat/Tgl Lahir : Banda Aceh, 2 Mei 1974
Istri : Mutia Hanum
Anak :
  Muhammad Pasha al-Faiz
  Nayra Hania Khansa
  Muhammmad Athar Al-Gibran
Organisasi :
  Bendahara Umun Hiswana Migas Aceh
  Ketua Umum PBSI Prov Aceh
Jabatan :
  Direktur Utama PT Pasha Jaya Group


Tulisan ini sudah tayang di media cetak HD Indonesia Edisi : 16 ( 01-15 OKTOBER 2020 )

Komentar
Terbaru