DATA BMKG 06 April 2020

Mahfudh Si Budaya Dari Puloe Aceh

Mahfudh Si Budaya Dari Puloe Aceh

Bintang Film Namaku Budaya, Mahfudh

HABADAILY.COM - Di zaman globalisasi, masyarakat kita terus dipengaruhi oleh budaya-budaya luar. Antara lain dicekoki lewat film-film yang diproduksi negara barat.

Di tengah maraknya pengaruh budaya luar tersebut, Provinsi Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memprakarsai sebuah film yang mengangkat tema budaya Aceh. Berjudul ‘Namaku Budaya’, skenario film ini ditulis oleh Salman Varisi.

Dalam film Namaku Budaya, Mahfudh tampil sebagai pemeran utama. Film yang dibintanginya itu menjadi pengalaman dan pembelajaran baru bagi pemuda asal Pulo Aceh ini.

"Pada tahun 2018, saya mendapat kesempatan bermain di film pendek berjudul Namaku Budaya. Ini menjadi pengalaman dan pembelajaran baru bagi saya di dunia seni peran," kata mahfudh kepada HD Indonesia, beberapa waktu lalu.

Mendapat kesempatan bermain dalam film Namaku Budaya, menjadi sebuah kebanggaan bagi Mahfudh. Pasalnya, film yang disutradarai oleh Tuanku Al-Absyar (Alwinsyah) benar benar mengangkat seni dan budaya di Aceh.

"Alhamdulilah, sejak kecil saya sudah memiliki ketertarikan terhadap dunia seni, khususnya seni tradisional dan seni peran. Makanya, terlibat dalam Film Namaku Budaya suatu anugerah bagi saya," aku anak pertama dari lima bersaudara ini.

Mahfudh, terlahir dari keluarga sederhana pasangan Muchlis dan Syarifah Rahmi. Pemuda kelahiran Pulo Aceh 07 April 1993 ini memulai pendidikan di MIN Pasie Janeng Pulo Aceh, kemudian menempuh pendidikan menengah pertama di Dayah Terpadu Inshafuddin dan sekolah menengah atas di Pesantren Babun Najah.

Sejak tahun 2010, ia melanjutkan pendidikan di UIN Ar-Raniry jurusan Bahasa Inggris dan sekarang tercatat sebagai alumni perguruan tinggi tersebut.

"Saat kuliah saya memang aktif di Sanggar Seni Seulaweuet dan mengikuti berbagai macam kegiatan kesenian, baik itu di daerah maupun nasional, Dan, saat ini saya masih aktif berkegiatan di dunia seni tradisi dan seni peran di beberapa perkumpulan komunitas seni di Banda Aceh," papar Mahfudh.

Sang penulis skenario, Salman mengaku sangat puas dengan pencapaiannya di film Namaku Budaya. “Nilai-nilai ini bagaimana kita tuangkan dalam film, kemudian film ini juga bisa menjadi referensi untuk generasi milenial. Sehingga melalui film ini mereka bisa mengetahui nilainya,tutur Salman.

Dalam film yang berdurasi 27 menit 18 detik tersebut, sosok Budaya diperankan oleh Mahfudz. Selain itu juga ada Pak Saad (Teuku Indra Djohan), Ummi Halimah (Delia Rawanita), Dara (Afla Nadya), Saila (Debby Rayhannisa), Banta (Ponjria) dan sederet pemain lain yang melengkapi kisah film ini.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru